Ketik disini

Politika

Kurang Pede Calonkan Kader ?

Bagikan

MATARAM – PDI Perjuangan merupakan partai politik yang sukses memunculkan kader-kader pemimpin potensial.

Tidak saja secara nasional, PDI Perjuangan pun sukses memunculkan pemimpin di daerah.

Tapi dalam wacana pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 PDIP belum memunculkan nama kadernya. PDIP justru kepincut dengan Hj Robiatul Adawiyah.

Ketua Badang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI Perjuangan NTB Made Slamet mengatakan pihaknya belum menyikapi perpolitikan di NTB menjelang pilkada.

Menurut dia, PDI Perjuangan NTB masih fokus menjalan proses perkaderan.

a�?Kan masih lama juga sehingga kami masih fokus dulu. Belum-belum untuk memunculkan figur pemimpin,a�? kata Made Slamet kepada wartawan, kemarin.

Salah satu nama yang mencuat adalah Hj Robiatul Adawiyah yang kini menjabat anggota DPD RI dapil NTB.

Sepak terjang politisi perempuan ini pun mengundang perhatian sejumlah partai politik termasuk PDI Perjuangan.

a�?Ya memang nama Hj Robiatul Adawiyah pun masuk bursa bakal calon pemimpin.

Bisa saja sebagai wakil gubernur. Tapi kami masih belum memunculkan nama orang,a�? ungkap dia.

Made yang juga angogota Komisi II DPRD NTB itu menegaskan tidak menutup kemungkinan jika nama Robiatul Adawiyah masuk bursa calon dari PDI Perjuangan.

Dia juga menceritakan sepak terjang politisi senayan itu.

Pada pemilu legislatif 2014, Ribiatul Adawiyah berhasil meraup suara signifikan dari masyarakat NTB.

Nama Robiatul Adawiyah sempat disandingkan dengan mantan Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli yang juga Ketua DPW PBB NTB.

Sebelumnya, DPW PKS NTB juga melirik Robiatul Adawiyah. Hingga saat ini namanya masih bertengger dalam daftar bakal calon kepala daerah. Hal itu dibenarkan oleh Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi.

Meski begitu, PKS belum memutuskan siapa figur yang akan diusung pada pilgub 2018 mendatang.

a�?Masih dalam proses penjaringan kok. Nama Hj Robiatul Adawiyah memang ada disebut-sebut,a�? ujarnya.

Jika nantinya PDI Perjuangan yang menguasai lima kursi bergabung dengan PKS yang kini menguasai lima kursi, maka setidaknya sudah terkumpul 11 kursi.

Artinya membutuhkan dua kursi untuk dapat memenuhi syarat mengusung pasangan calon kepala daerah. (tan/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka