Ketik disini

Metropolis

Mahally: Semua Harus Terlibat

Bagikan

MATARAM – Masih maraknya penyalahgunaan narkoba di sejumlah destinasi wisata andalan di NTB ikut menjadi keprihatinan Wakil Ketua DPRD NTB H. Mahally Fikri. Ia meminta semua pihak terkait, khususnya aparat keamanan untuk lebih kerja keras demi menuntaskan masalah tersebut.

a�?Pengawasan di tempat wisata harus lebih diperketat. Kita dituntut tidak boleh tidur soal narkoba ini,a�? kata Mahally.

Diberitakan sebelumnya, maraknya penyalahgunaan narkoba di NTB mulai menjadi gunjingan hangat di dunia maya. Secara gamblang, wisatawan menceritakan pengalamannya begitu mudah mendapati atau ditawari barang haram ketika berlibur ke destinasi wisata halal.

Mahally menekankan, harus ada tindakan tegas untuk membuat jera terutama untuk para pengedar. a�?Pengedar ini yang paling besar perannya,a�? tegas Mahally.

Menurutnya, tidak ada toleransi untuk penyalahgunaan narkoba, sekalipun di destinasi wisata. Apalagi, NTB sedang semangat-semangatnya menggaungkan wisata halal. Kesenangan di tempat wisata bukan berarti memberi ruang bagi wisatawan untuk menyalahgunakan narkoba.

a�?Kita berharap aparat melakukan operasi yang lebih maksimal lagi di destinasi wisata seperti di Senggigi atau di Gili Trawangan,a�? katanya.

Tidak hanya aparat, ia juga menekankan perlunya keterlibatan semua komponen untuk turut ambil bagian dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Mahally menyebutkan penyalahgunaan narkoba di NTB sudah pada taraf yang sangat mengkhawatirkan alias darurat. a�?Narkoba ini seperti fenemona gunung es. Memang sekarang masih kecil temuan yang tercatat tetapi sebenarnya masih banyak,a�? kata Mahally.

Diberitakan sebelumnya, NTB berada di posisi ke 29 dari 33 provinsi se-Indonesia terkait tingkat penyalahgunaan narkoba. Namun, Mahally menekankan, jumlah yang tercatat saat ini hanya sebagian kecil saja karena masih banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang tak terungkap.

a�?Contohnya, di Lombok Timur, terpidana kasus narkoba hanya 19 orang tapi yang diketahui masyarakat bukan puluhan tetapi ratusan. Bagaimana kalau kita berbicara di Mataram atau di destinasi wisata, tentu jauh lebih banyak lagi,a�? pungkasnya.

Sementara, General Manager (GM) PT Angkasa Pura I LIA I Gusti Ngurah Ardita mengaku pihaknya sudah memperketat pengawasan di bandara demi menghalau masuknya barang haram tersebut ke NTB.

a�?Peralatan dan prosedur pengawasan kita sudah berstandar internasional untuk mendeteksi adanya penyelundupan narkoba,a�? kata Gusti.

Meski diakui, upaya pengawasan yang super ketat itu tidak selamanya menjamin zero penyelundupan. Pasalnya, modus yang dilakukan juga terus berkembang dan semakin lihai dalam mengelabui petugas maupun teknologi. a�?Banyak modus baru yang kemudian terungkap,a�? katanya.

Petugas bandara, menurut Gusti, tetap siaga dalam menghalau lalu lintas barang haram tersebut. Kedepannya, ia berjanji akan terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi bersama pihak-pihak terkait untuk terus menutup rapat kemungkinan diselundupkannya narkoba ke NTB melalui jalur udara. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka