Ketik disini

Sumbawa

Tenda Penambang Ilegal Dibongkar

Bagikan

SUMBAWA – Tim gabungan penertiban lokasi penambangan tanpa izin (PETI) di Kecamatan Alas kembali turun ke lapangan, kemarin. Kali ini, tenda para penambang yang ada di lokasi tersebut mulai dibongkar.

Tim penertiban tersebut terdiri dari aparat TNI, Polri, Satpol PP, Kesbangpoldagri Kabupaten Sumbawa dan Dinas Pertambangan Provinsi NTB. Tim turun ke lokasi PETI sekitar pukul 09.00 Wita. Di lokasi, tim langsung melakukan pembongkaran tenda para pelaku tambang ilegal ini. Hasilnya, sekitar 200 tenda para penambang ini berhasil dibongkar.

Camat Alas Lukman AR mengatakan, bahwa tim sudah melakukan pembongkaran terhadap tenda para pelaku tambang ilegal ini. Memang ada sejumlah tenda milik penambang yang belum dibongkar. Sebab, lokasinya sangat jauh di dalam kawasan hutan.

”Kemungkinan besok (hari ini, red) akan dibongkar sisanya,” ujar Lukman kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.

Menurut Lukman, penertiban harus terus dilakukan hingga semua lokasi bersih dari aktivitas penambangan. Baik itu para penambang, lubang galian dan gelondong. Apabila penertiban hanya dibatasi selama empat hari, dikhawatirkan para penambang ini akan kembali. Sebab, masih ada terdapat gelondong di sekitar lokasi tambang.

Dikatakan, keberadaan aktivitas ini mengancam lingkungan sekitar. Apalagi, manfaat dari tambang ini hanya dirasakan sedikit oleh masyarakat lokal. Sebab, hasil pendataannya sebanyak 80 persen pelaku tambang ini berasal dari luar daerah. ”Negara tidak boleh kalah dengan pelanggar. Alat-alat negara harus bertindak,” tegasnya.

Sebelumnya dalam rapat tim penertiban, Lukman mengaku sudah menyampaikan sejumlah saran. Yakni untuk mendata jumlah gelondong dan penambang dari luar. Kepada para pendatang ini diminta untuk hengkang dari lokasi tersebut karena tidak memiliki izin. Jadi yang tersisa hanyalah penambang lokal saja. Apabila kawasan tersebut hendak dijadikan kawasan tambang rakyat, izinnya harus dilengkapi terlebih dahulu.

Dikatakan, penertiban harus dilakukan terus menerus hingga selesai. Apabila ada batas waktu, dikhawatirkan para penambang tersebut akan kembali beraktivitas.

Danramil Alas Kapten Inf. I Wayan Sulendra mengungkapkan, dalam penertiban tim dibagi menjadi dua. Satu tim melakukan penertiban di lokasi gelondong. Sementara tim lainnya melakukan penertiban di lokasi penambangan. Saat tim tiba di lokasi penambangan, suasana terlihat sangat sepi. Kemudian pihaknya membongkar semua tenda.

Pihaknya membongkar semua tenda yang ada, hingga batas hutan lindung. Selain itu, juga tidak didapati adanya aktivitas di dalam lubang tambang.

Terhadap gelondong hanya dilakukan penertiban saja dan tidak disita. Di lokasi tersebut juga tidak ditemukan aktivitas apapun. Berkat kerja sama tim, penertiban yang dilakukan kemarin berjalan lancar. Rencananya, tim akan kembali turun hari ini untuk memastikan bahwa tidak ada aktivitas apapun di lokasi tersebut

Sementara itu Kapolsek Alas Kompol M Jafar menegaskan aksi unjuk rasa penambang liar di Alas Selasa (23/8) lalu adalah aksi spontan. Namun aksi tersebut dilakukan secara damai.

Saat itu, massa bergerak ke kantor Camat Alas. Untuk itu, pihaknya mengambil inisiatif untuk mengawal. Justru kalau tidak mengawal, kata Jafar, dikhawatirkan akan terjadi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.

”Saya sebagai kapolsek sebagai penanggungjawab wilayah ini (Alas), wajib hukumnya mengawal. Itu aksi spontan. Apa kita membiarkan mereka berjalan sendiri? Dan jika mereka berlaku anarkis, barulah kita bubarkan,” kata Jafar pada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.

Hal ini disampaikan Jafar menanggapi pernyataan Camat Alas Lukman, yang menyesalkan tindakan aparat Polsek Alas yang tidak membubarkan aksi demonstrasi itu. Padahal aksi demonstrasi tidak mempunyai izin.

Menurut Jafar, di dalam aturan, setiap warga negara berhak untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum. Nah, aksi kemarin itu spontan. Ketika diberi pengarahan, mereka juga manut.

a�?Makanya kami memberikan pengawalan, agar di tengah jalan tidak terjadi aksi-aksi yang tidak diinginkan,” katanya mengulangi.

Seperti diketahui, penertiban di hari pertama oleh tim penertiban penambangan tanpa izin (PETI) di Kecamatan Alas gagal. Tim dari berbagai unsur itu dihadang oleh pendemo sejak masih di dalam kota.

Menurut Camat Alas Lukman, sejatinya di hari itu, tim penertiban akan melakukan dialog dengan penambang di bendungan Rengganis, pintu masuk ke lokasi tambang. Namun, masih di dalam kota, massa sudah terkonsentrasi di pertigaan terminal Alas. Massa yang berkumpul itu, kemudian berjalan kaki menuju kantor Camat Alas. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan tim penertiban yang hendak menuju lokasi. Akhirnya, tim penertiban yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI dan sejumlah instansi terkait kembali lagi ke kantor camat. (jar/run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka