Ketik disini

Selong

Kemitraan Tembakau Jangan Rugikan Petani

Bagikan

SELONGA�– Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) H Haerul Warisin menegaskan kembali kewajiban perusahaan tembakau untuk A�menerima hasil panen petani. Apapun kualitasnya, semua tembakau petani harus dibeli. “Saya tekankan, itu sudah disepakati bersama dalam aturan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Warisin juga mengatakan ketentuan ini tak hanya berlaku bagi petani binaan perusahaan. Bahkan petani swadaya yang tak memiliki ikatan dengan perusahaan juga tak boleh ditolak tembakaunya. “Saya minta komitmen setiap perusahaan,” ujarnya.

Data yang dimilikinya menunjukkan tahun ini jumlah bahan baku pembuat rokok itu berkurang signifikan secara nasional. Dengan jumlah yang berkurang, A�semestinya perusahaanlah yang harus berlomba membeli tembakau petani. “Tak ada alasan, ini hukum ekonomi,” sambungnya.

Wakil Gubernur NTB HM Amin mengatakan kesepakatan memang harus dijalankan. Disatu sisi ia memahami perusahaan yang hendak mencari untung besar dengan hanya menerima kualitas tembakau terbaik. Namun pada sisi yang lain, ia meyakini perusahaan tak akan rugi membeli tembakau kualitas terrendah hasil petani. “Untung berkurang bukan berarti rugi,”ujarnya.

Kemitraan lanjut Amin harus terus dipertahankan. Jika petani terus dikecewakan, tak menutup kemungkinan mereka berhenti melakukan penanaman tembakau dan beralih pada komoditas lain. “Kalau sudah begitu, kan pengusaha rugi juga,” katanya mewanti-wanti.

Sesuai konsep kemitraan, ia mengatakan dua belah pihak harus saling mendukung. Dengan kerja sama yang baik, ia meyakini baik petani maupun perusahaa. Sama-sama bisa meraih keuntungan. (yuk/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka