Ketik disini

Kriminal

Tentara Gadungan Jual Siswi SMA

Bagikan

MATARAM – Terduga pelaku pemerkosaan dan penjualan orang (Traficking) berinisial KD alias T kini meringkuk di sel tahanan Polda NTB. Pria 43 tahun asal Sumbawa itu ditangkap di kawasan Masbagik, Lombok Timur, beberapa hari lalu.

Dari hasil pemeriksaan polisi, KD diketahui sempatA� mengaku menjadi seorang tentara yang bertugas di Mataram. A�Hal ini untuk mempermulus aksi kejahatannya. Selain itu, pelaku itu juga mengiming-imingi korban dengan uang dan Handphone.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB AKBP I Putu Bagiartana menjelaskan, KD dan korban saling kenal via facebook. a�?Mereka saling kontak sejak beberapa bulan lalu,a�? jelasnya.

Rayuan maut KD membuat RA kepincut. Terlebih lagi, kata Bagus, korban diiming-imingi uang dan Handphone. Janji palsu pelaku membuatA� korban menuruti perintahnya. Saat itu, korban diajak ketemuan sepulang sekolah di Mataram, Selasa (9/8).

Gadis yang duduk dibangku kelas satu SMA di Lotim A�itu pergi ke Mataram menggunakan angkot tanpa pulang terlebih dahulu.

a�?Saat pergi dia (RA, red) sendirian. Dan masih menggunakan seragam sekolah,a�? ungkapnya.

a�?Dia ketemuan di Terminal Mandalika,a�? tambahnya.

Lalu lanjut Bagiartana, pelaku membawa korban ke A�penginapan yang sudah dipesannya. Karena sudah malam dan korban tidak tahu arah pulang. Sehingga, pelaku menyuruh korban untuk menginap.

a�?Saat itu, pelaku langsung memaksa korban untuk melayaninya,a�? jelasnya.

Pelaku kemudian membawa RA ke Sumbawa. Disana, kata Bagiartana, pelaku dikenalkan oleh salah seorang temannya berinisial NA. Tak lama berselang, pelaku memaksa korban untuk melayani rekannya itu. Supir truk tersebut diduga menjual korban Rp 200 ribu untuk melayani NA.

Keesokan harinya, Rabu (10/8) pelaku kembali membawa korban ke Mataram. Dan menginap di salah satu hotel A�melati di kawasan Cakranegara.

a�?Sama malam itu juga pelaku kembali mengeluarkan hasratnya kepada korban,a�? ungkapnya.

RA sempat menghubungi keluarga dan mengabarkan hendak menikah. Namun keluarga keberatan dan melaporkannya ke polisi.A� KD kemudian ditangkap Jumat (14/8) di A�Masbagik, Lombok Timur. Kini polisi tengah memburu rekan pelaku.

Dari perbuatannya, pelaku dikenakanA� dengan pasal 76 D Undang-undang 34 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman 15 tahun penjara.A� (arl/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka