Ketik disini

Selong

Daeng Paelori, Merantau Hingga ke Tiongkok

Bagikan

Menjadi seorang TKI umumnya dilakukan seseorang karena hidup dalam garis kemiskinan. Namun dengan kerja keras, bukan berarti nasib tak bisa diubah. Dua orang wakil rakyat DPRD Lotim, dulu pernah merasakan pahitnya menjadi perantauan. Salah satunya Daeng Paelori.

***

TAMPILA�parlente dengan sepatu hitam yang mengkilat, baju safari, plus jam tangan adalah gaya kesehariannya kini. Setiap berangkat ke kantor, dia juga selalu menggunakan mobil berkelas. Jika tak menggunakan mobil dinas Toyota Fortunernya, sejumlah mobil pribadi yang tak kalah elit juga siap mengantarnya.

Dia adalah Daeng Paelori. Wakil Ketua DPRD Lotim. Paelori kini juga baru saja terpilih sebagai Ketua Golkar untuk periode lima tahun kedepan. Siapa sangka, dibalik karir cemerlangnya dalam dunia politik, ia dulunya pernah menjadi seorang TKI. Ya, pria berkulit gelap itu tak mendapat kesuksesannya dengan instan. Semua dilakukan dengan kerja keras. a�?Saya merantau sampai ke Cina (Tiongkok),a�? katanya terkekeh.

Pria yang dikenal ramah ini lahir dari keluarga sederhana bahkan cenderung miskin. Bertekad merubah nasib, Paelori muda memutuskan berangkat merantau. Tak tanggung-tanggung, negeri berpenduduk terbesar di dunia dipilihnya. a�?Saya belajar bahasa Cina sampai enam bulan,a�? katanya lantas mengeluarkan beberapa kalimat dalam bahasa mandarin.

Saat itu, ia yang sudah bergelar sarjana muda tak mau ambil pusing dengan omongan orang. Namun perginya ia ke negeri tirai bambu itu sudah dengan perhitungan matang. Negeri itu dipilih karena upah yang lebih tinggi. Melihat adanya peluang, ia membulatkan tekad. Di sana, beragam jenis pekerjaan digeluti. Dari buruh kasar hingga kerja pabrik.

Namun pria Labuhan Haji ini sudah memiliki rencana matang. Pergi bukan sekadar tuk mencari uang dan dihabiskan sekembalinya. Dia pergi untuk mencari modal. Modal untuk memutar usaha sekembalinya dari negeri orang.

Benar saja, lelah di negeri orang, ia akhirnya membulatkan tekad kembali. Usaha kecil-kecilan dilakukan. Jualan ikan salah satunya. Namun berbekal ketekunan, Paelori membuktikan, kesuksesan bukanlah hal mustahil untuk diraih. Usahanya makin besar, diapun tak pelit berbagi ilmu bahkan modal pada tetangga. Itu juga yang membuatnya dengan mulus melanggeng menjadi kepala desa saat pemilihan bertahun silam. Kini, ia mantap menjadi anggota dewan. Sudah tiga periode dilalui.

Berbicara masalah TKI, ia meminta seluruh buruh migran tak ragu merantau. Yang terpenting adalah rencana sekembalinya. Tak boleh sekadar menyambung hidup. Namun dengan pertimbangan matang. a�?Saatnya kita jadi TKI berskil tinggi, kalaupun jadi buruh, kembalinya harus berani berjuang di negeri sendiri,a�? pesannya. (Wahyu Prihadi bersambung/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka