Ketik disini

Headline Tanjung

Oknum Pejabat Kemenag KLU Dipolisikan

Bagikan

TANJUNG – Dituding melakukan penghinaan dan melecehkan masyarakat, oknum pejabat Kemenag Lombok Utara SA (inisial, red) dipolisikan. SA dilaporkan oleh Aliansis LSM dan Ormas Lombok Utara ke Polsek Tanjung, kemarin (29/8).

Perwakilan Aliansi LSM dan Ormas Lombok Utara Marianto mengungkapkan, SA sudah melakukan penghinaan dan melecehkan harkat martabat masyarakat melalui statusnya di media sosial Facebook.

a�?Tindakan SA ini telah menyakiti hati kami sebagai masyarakat Lombok Utara yang beradab santun dan berbudaya yang dikenal dengan filosofi mempolong renten,a�? tandasnya.

Menurut Marianto, tulisan SA di akun Facebook miliknya melanggar ketentuan undang-undang yang berlaku dan bisa dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE 11/2008.Dalam kesempatan tersebut, Marianto menyerahkan barang bukti berupa screenshot status SA di Facebook.

Sebelumnya dalam akun Facebook-nya SA menulis “ngaji-ngaji kanyan leq Lombok utara ne, laguq sakit jahil sekene parah”. Artinya, ngaji-ngaji aja kerjanya masyarakat Lombok Utara ini, tetapi penyakit jahil semakin parah.

Status ini ditulis SA dengan disertai foto undangan pengajian yang dikeluarkan Pemkab Lombok Utara dan diupload SA pada 24 Agustus 2016.

Sementara itu, status lainnya yang diupload 24 Juni 2016 juga dijadikan barang bukti. Isinya, “kami masyarakat ntb butuh pengajian bukan spanduk yang isinya perbanyak solawata��. Itu semua kami tau sebelum kami lahir, kami di Lombok utara terjangkit penyakit munafek semoga anta faham’.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Kompol M. Purna mengatakan, sudah menerima laporan tersebut dan akan segera menindaklanjuti dengan melimpahkannya ke Polres Lobar.a�?Yang menangani nanti Polres Lobar, sekarang kita terima laporannya, nanti langsung kita limpahkan,a�? katanya.

Terpisah, SA yang dikonfirmasi koran ini mengatakan, status yang diupload itu tidak bermaksud untuk menghina masyarakat Lombok Utara.

a�?Tidak ada tujuan saya menghina, itu ungkapan apa yang saya lihat terjadi di Lombok Utara sekarang. Dan itu kritik saya kepada pemerintah,a�? tandasnya.

Ditambahkan, dirinya akan membiarkan proses ini berlangsung. Jika memang status yang dibuat dinilai merendahkan masyarakat Lombok Utara, dia mengaku siap untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung maupun melalui media. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka