Ketik disini

Ekonomi Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan 48 Kali Gaji

Bagikan

MATARAM – BPJS Ketenagakerjaan Mataram memberikan santunan ke ahli waris peserta yang alami kecelakaan kerja sebesar 48 kali gaji. Santunan diberikan ke ahli waris dari Ni Luh Widari Karmawati.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) juga memberikan santunan Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan nominal total Rp81.380.930. Uang ini terdiri dari JHT Rp1.580.926. JKK Rp79,8 juta antara lain santunan meninggal dunia 48 kali gaji, santunan berkala Rp 4,8 juta serta biaya pemakaman Rp 3 juta.

Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Mataram Yulia Ika Wardani menjelaskan kesejahteraan pekerja dan keluarganya satu misi BPJSTK. Saat peserta mengalami risiko sosial ekonomi, BPJS KetenagakerjaanA� menjadi A�jembatan bagi tenaga kerja dan keluarga.

a�?Risiko selalu ada setiap waktu tenaga kerja, saat berangkat kerja, beraktivitas kerja seperti melaksanakan tugas lapangan sampai pulang kerja. Jadi dengan ikut serta BPJSTK akan mendapat perlindungan selama bekerja jika mengalami kecelakaan kerja,a�? lanjutnya.

Iuran kecelakaan kerja pegawai kantoran ringan hanya 0,24 persen dari upah sebulan. Namun saat terjadi risiko seperti ini, manfaat yang diberikan BPJS ketenagakerjaan sangat besar. Pemberian santunan merupakan manfaat salah satu program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagaimana diketahui, BPJS Ketenagakerjaan diamanatkan undang-undang menyelenggarakan empat program jaminan sosial, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun(JP).

Dengan program JKK, tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, semua biaya dan santunannya disiapkan. Mulai dari biaya penggantian transportasi, pengobatan/perawatan sesuai kebutuhan medis hingga sembuh total, santunan cacat atau kematian. Serta beasiswa anak bila iuran sudah mencapai minimal 60 bulan.

Sedangkan dengan program JKM, JHT dan JP, tenaga kerja maupun ahli waris memiliki hari tua yang lebih nyaman dan sejahtera. a�?Saat bekerja merasa aman, saat menjalankan hari tua terasa nyaman,a�? terangnya.

Adanya Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah secara jelas mengatur setiap pekerja di Indonesia, baik pekerja formal ataupun informal, wajib terdaftar pada program BPJS Ketenagakerjaan. Jika belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan mengalami risiko, pemberi kerja wajib bertanggung jawab. Termasuk menanggung penuh biaya serta santunan sesuai manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Karena perlindungan jaminan sosial di BPJS ketenagakerjaan adalah hak setiap pekerja dan kewajiban pemberi kerja.

Hal inilah yang ditunjukkan BPJS Ketenagakerjaan Mataram dengan kunjungan ke keluarga peserta yang mengalami kecelakaan kerja belum lama ini. Hingga mengakibatkan peserta Ni Luh Widari Karmawati meninggal dunia saat bertugas di lapangan. Pemberian santunan JHT dan JKK diwakili Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Mataram, Yulia Ika Wardani.

Penerima santunan yaitu I Nengah Wage Artha merupakan suami dari Ni Luh Widari Karmawati. Diketahui Ni Luh Widari Karmawati karyawan BPR Wiranadi dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak bulan September 2014.

a�?Uang santunan akan dipergunakan untuk biaya ngaben almarhumah dan biaya hidup serta tabungan untuk anaknya,a�? kata I Nengah Wage Artha. (nur/*)

Komentar

Komentar

 wholesale jerseys