Ketik disini

Selong

Desa dan Kabupaten Perlu Pembagian Tugas

Bagikan

SELONGA�– Dana Desa yang kini diterima setiap desa di seluruh Indonesia mulai A�menimbulkan optimisme tinggi. Percepatan pembangunan di desa diharap makin cepat terlaksana. a�?Masalahnya satu, belum ada pembagian tugas yang jelas,a�? kata Anggota DPRD Lotim Komisi IV Bidang Pembangunan H Huspiani, kemarin (30/8).

Dia menjelaskan, aturan tertulis terkait petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak/juknis) sebenarnya sudah ada. Namun desa dalam banyak kesempatan kerap tak mampu menafsirkannya.

Sejumlah temuan menunjukkan beberapa kali, jalan yang berstatus tanggung jawab kabupaten hendak dikerjakan desa. Apa yang sudah menjadi usulan itu, jelas ditolak karena menyalahi aturan. a�?Padahal niat mereka baik, mau mempercepat perbaikan jalan di desanya yang sudah rusak,a�? ujarnya.

Politisi PKB ini menyebut tumpang tindih memang tak boleh terjadi. Namun ia mengatakan ada sejumlah opsi yang bisa dilakukan. Salah satunya memberi sejumlah aset yang kini tercatat tanggung jawab kabupaten menjadi milik desa. Dengan demikian, desa bisa mengerjakan dengan cepat aset-aset kabupaten yang terbukti banyak terbengkalai.

a�?Dengan dana lebih dari satu miliar rupiah tiap desa, bayangkan apa yang bisa dilakukan dalam tiga tahun,a�? ujarnya.

Kepala BPMPD Lotim H Syamsuddin sebelumnya mengatakan hingga kini dana desa memang dibatasi sejumlah ketentuan. Menurutnya desa cukup merujuk peraturan yang ada terkait kemana saja dana tersebut boleh digunakan.a�?Itu yang harus dipahami, tak bisa sembarangan,a�? ujarnya.

Terkait pembagian tugas, selama belum ada peraturan baru, aturan lama harus diikuti. Misalnya jalan kabupaten yang ada di desa, memang bukan merupakan tanggung jawab desa. (yuk/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka