Ketik disini

Tanjung

Duh, Limbah Medis Dibuang Sembarangan

Bagikan

TANJUNG – Limbah medis yang dihasilkan fasilitas kesehatan seharusnya tidak dibuang sembarangan. Namun di Lombok Utara, limbah medis dari RSUD Tanjung dibuang menjadi satu dengan sampah rumah tangga. Hal ini terungkap saat Polres Lobar melakukan pemeriksaan di sekitar RSUD Tanjung, kemarin (30/8).

Kasatreskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo membenarkan penemuan limbah medis tersebut. Sebelumnya, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat. Ini terkait dugaan proses pengolahan limbah medis yang belum sesuai prosedur.

”Tadi kita turun ke lapangan dan kita temukan limbah medis itu ada di tempat pembuangan sampah,” ungkapnya.

”Sekarang kita masih perdalam dulu dan mengumpulkan keterangan,” imbuhnya.

Terpisah, Koordinator Sarana dan Prasarana RSUD Tanjung Zaeni tidak membantah temuan kepolisian tersebut.

”Tadi limbah medis itu ditemukan di bak yang ada di dekat tempat pembuangan sampah,” ujarnya pada wartawan saat dikonfirmasi.

Zaeni mengungkapkan pembuangan limbah medis ini diduga dilakukan salah seorang petugas kebersihan di RSUD Tanjung yang sudah diberhentikan.

”Kontrol terhadap pekerja memang perlu ditingkatkan,” cetusnya.

Ditambahkan, temuan kepolisian ini terdiri dari beberapa limbah medis seperti botol infus dan jarum suntik. Temuan ini akan dilaporkan kepada Direktur RSUD terlebih dulu.

”Kami akan cek siapa petugas lain yang melakukan ini. Kalau memang terbukti kami akan tindak sesuai aturan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Zaeni menjelaskan, RSUD sudah memiliki SOP penanganan sampah. Baik itu sampah biasa maupun limbah medis. Setiap harinya sampah biasa maupun limbah medis akan dikumpulkan terpisah.

”Kalau sampah biasa itu kita siapkan plastik hitam, untuk limbah medis plastik kuning. Tisu yang sudah terkena darah juga masuk sebagai limbah medis dan dikumpulkan di plastik kuning,” jelasnya.

Selanjutnya, dua kantong plastik berbeda warna tersebut dibawa ke tempat pembuangan masing-masing. Kantong plastik hitam dibawa ke lokasi pembuangan sampah biasa. Sedangkan limbah medis dibawa ke insenerator untuk dibakar.

”Limbah medis akan dibakar di sana, ada petugasnya sendiri yang akan melakukannya. Rupanya limbah medis dari ruangan ini yang tidak dibawa ke lokasi semestinya, melainkan diambil dan dikumpulkan di bak yang berada di dekat tempat pembuangan sampah biasa,” paparnya.

Zaeni menegaskan, pengolahan limbah medis dilakukan sendiri di RSUD Tanjung menggunakan insenerator dan tidak akan dibawa keluar. ”Kita bakar di sini sendiri, jadwal pembakaran sudah ada dan biaya operasional pembakaran juga ada. Tidak ada yang dibawa keluar,” pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka