Ketik disini

Selong

Nurhasanah : Jadilah TKI Yang Cerdas

Bagikan

Kemiskinan telah memaksa Nurhasanah merantau. Dia yang seorang wanita rela menjadi pembantu di Arab Saudi. Keinginan kuat dan ketekunannya kini telah membuatnya berubah.

***

MENJADI TKI terpaksa dilakoni Nurhasanah muda. Sejak tahun 90an ia sudah merantau ke negeri orang. Dia yang kala itu tak mengenyam pendidikan cukup tinggi, plus keterbatasan kemampuan finansial keluarga memaksanya membuat pilihan sulit.

Namun ketika menjadi TKI sudah diputuskan, wanita berjilbab itu merencanakan semuanya dengan matang. Arab Saudi negara tujuannya. Dia belajar dengan cepat soal bahasa dan budaya. Ketika rekan-rekannya banyak menggunakan jalan pintas, ia memilih tetap pada jalan yang lurus. Hasilnya didapat ketika mulai bekerja di negeri tersebut. Ia tak mengalami kendala bahasa. Sebuah masalah sederhana yang kerap membuat majikan marah dan kecewa. ”Perlakuan bos ke saya baik,” kata mantan TKI yang sudah dua kali merantau tersebut.

Dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya setempat ia bekerja dengan sungguh-sungguh. Hasilnya tak ada kekerasan fisik seperti yang banyak diperbincangkan. Gajinya juga diterima dengan lancar.

Berbekal penghasilan itu, ia mengirimi keluarganya. Ia juga selalu mengarahkan keluarga di rumah untuk menjalankan usaha dari uang yang dikirimnya itu. Berusaha dalam bidang pertanian adalah sesuatu yang dipilih politisi yang dikenal murah senyum ini. Pemikiran tak selamanya menjadi TKI adalah dasarnya berhemat dan memulai usaha. Alih-alih menggunakan untuk hal konsumtif, ia lebih memilih investasi, meski kecil-kecilan. ”Kuncinya ada pada arah penggunaan uang,” ujarnya memberi langkah selanjutnya.

Dalam banyak kasus TKI, sekembalinya dari negeri orang, uang yang dibawa biasanya hanya digunakan untuk hal-hal konsumtif. Begitu habis, lantas berangkat lagi, begitu seterusnya tanpa ada perubahan.

Nurhasanah memberi contoh, dengan arah usaha yang tepat, sekembalinya ke tanah air, ia tinggal melanjutkan usaha yang sudah dirintis keluarga di kampung halaman. Hal itulah yang kerap disampaikannya kini pada calon TKI yang hendak memperbaiki nasib. Menurut politisi PDIP tersebut memiliki bekal keterampilan yang mumpuni, dibarengi kerja keras, plus persiapan untuk memulai hidup baru adalah kuncinya. Jika semua itu dilakukan, ia meyakini semua TKI sekembalinya dari perantauan akan bisa merengkuh kesuksesan. ”Silahkan jadi TKI, tapi rencanakan dengan matang,” pesannya. (WAHYU PRIHADI yuk/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka