Ketik disini

Metropolis

Program Tungku Sampah Batal?

Bagikan

MATARAMA�– Pilot Project Tungku Sampah, akhirnya dihentikan. Itu, setelah tidak ada progres menggembirakan dari pengembangan Tungku yang diperuntukan melumat sampah di tingkat hulu.

Desas-desusnya, Prof Sri Tejo Wulan yang ditunjuk melakukan riset penguraian emisi karbon dari hasil pembakaran sampah, belum mampu memberikan hasil sampai waktu yang telah ditentukan. a�?Dicoret,a�? ketus Kepala Dinas Kebersihan, Dedy Supriadi.

Biaya riset Rp 200 juta, juga urung digelontorkan buat akademisi Unram itu. Mulanya, anggaran itu telah disiapkan, membiayai penelitian yang dilakukan Tejo. Hanya saja, karena rencana kerja yang dibuat tidak disusun secara profesional. a�?Masa kita mau biayai orang riset,a�? imbuhnya.

Bahkan, informasi yang diserap Lombok Post, Tejo hanya menyerahkan gambar kerja yang dibuat menggunakan crayon (pensil gambar). Itu lantas membuat kecewa banyak pihak, terutama Dinas Kebersihan.

a�?Gambar kerjanya hanya dibuat dari crayon, ya seharusnya kan lebih bagus,a�? ungkap sumber itu.

Dengan dicoretnya anggaran pengerjaan Tungku Sampah, sudah bisa dipastikan Pilot Project Tungku Sampah akan terbengkalai. Sementara, Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang memberi ketererangan berbeda terkait penghapusan dana riset Tungku Sampah.

a�?Ini hanya rasionalisasi saja, untuk tiga kali pemotongan dan penundaan dana tranfer pusat untuk daerah,a�? kata Martawang.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika melihat postur anggaran daerah setelah pemotongan DAK 10 persen, Pemotongan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak dan penundaan DAU selama empat bulan, Pemerintah Kota Mataram, berupaya merasionaliasi anggaran yang ada. Kegiatan dan program yang mendesak dipertahankan.

Sementara, beberapa program yang bisa ditunda, direncanakan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2017. a�?Nah begitu juga dengan Tungku Sampah itu, saat ini kita melihat riset itu tidak terlalu mendesak untuk dikerjakan. Jadi kita tunda tahun depan,a�? ulasnya.

Namun, Martawang juga seperti memberi sinyal, jika pada akhirnya proyek dilanjutkan lagi tahun depan, kemungkinan tidak akan dikerjakan Tejo lagi. Ia menyebut, siapapun yang punya ide dan kreatifitas harus diakomodir menyelesaikan persoalan sampah di Kota Mataram.

Pada intinya, Kota Mataram, sudah memberikan ruang cukup besar untuk menerima berbagai masukan dan ide yang bisa diterapkan untuk mengurai persoalan yang ada.

a�?(Terkait riset Tejo?) ya kita lihat nanti siapa saja yang punya solusi tepat mengatasi persoalan sampah. Ide-ide dan masukan, kita akomodir. Bukankah semakin banyak solusi dan ide, semakin baik atasi persoalan ini,a�? tandasnya. (zad/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka