Ketik disini

Metropolis

Reza Ikut Cicip Sabu, Gatot Brajamusti dan Istri Jadi Tersangka

Bagikan

MATARAMA�– Penangkapan artis Gatot Brajamusti di Hotel Golden Tulip Mataram, Minggu (28/8) lalu menyeret nama penyanyi Reza Artamevia. Polisi menyebut mantan istri almarhum Adjie Masaid tersebut positif menggunakan narkoba yang diyakini berjenis sabu.

Kepastian itu diketahui setelah Reza, Gatot, Dewi Aminah (istri Gatot), serta lima rekannya menjalani tes urine Senin (29/8) lalu. Hasilnya enam orang dinyatakan positif narkoba. Sementara, dua lainnya negatif. Tiga nama lain yang positifA� adalah Yuti Yustini, Richard Nyoto, dan Devina Novianti.

a�?Mereka semua (enam orang) postif menggunakan narkoba, dan masih menjalani pemeriksaan,a�? kata Kapolres Mataram AKBPA� Heri Prihanto, kemarin (30/8).

Dari penggerebekan itu polisi tak menemukan barang bukti sabu dari tangan Reza. Bubuk kristal putih tersebut hanya didapat dalam penguasaan Gatot dan istrinya. Masing-masing seberat 0,98 gram dan 0,68 gram. Karena itulah hingga sore kemarin baru Gatot dan Dewi saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Reza dan tiga orang lainnya masih terperiksa.

a�?GB (Gatot) dan DA (Dewi Aminah) sudah dinaikkan statusnya ke tersangka. Itu setelah hasil tes urine keduanya positif memakai narkoba,a�? sambung Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti kepada Lombok Post, petang kemarin.

Sementara itu Kabagpenum Divhumas Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul menambahkan, penetapan tersangka ini dilakukan setelahA� Polres Mataram melakukan gelar perkara.A� Polisi mengaku sudah mengantongi dua alat bukti, yakni kepemilikan narkoba dan hasil tes urine dari kedua orang tersebut.a�Z Keduanya dianggap telah melanggar Pasal 112 serta Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Pasal 112 untuk pelaku saudara Gatot dan untuk Dewi Pasal 127,” terang Martinus seperti dilansir JPNN (Jawa Pos Group).

Oleh karena itu, penyidik kini tengah mencari saksi ahli untuk mempercepat pelimpahan berkas perkara Gatot dan istrinya ke kejaksaan “Saat ini polisi melakukan koordinasi dengan ahli dan JPU,” pungkas Martinus.

Pantauan Koran ini, hingga sore kemarin enam orang itu menjalani pemeriksaan di ruang Satnarkoba Polres Mataram. Hingga pukul 15.30 Wita, Gatot maupun Reza masih dicecar penyidik.A� Hanya saja, pemeriksaan itu berjalan tertutup. Awak media yang mencoba mengambil gambar tidak diperkenankan.

Sementara itu terkaitA� status Reza dan tiga rekannya, Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto menyebut pihaknya tidak serta merta bisa menetapkannya sebagai tersangka. Tapi perlu penggalian-penggalian dan pemeriksaan-pemeriksaan lagi.

a�?Makanya polisi dikasih waktu tiga hari. Kita tidak bisa langsung sekonyong-konyongnya tetapkan tersangka,a�? sambung Heri.

Mengenai bantahan sabu itu bukan milik Gatot maupun Dewi, Heri enggan menanggapi terlalu jauh.A� Ia menegaskan, saat penggeledahan, barang itu dalam penguasaan mereka. a�?Seandainya barang itu ada pada Mas, apakah barang itu milik orang lain?a�? tanya Heri pada wartawan.

Ia mengatakan, kecil kemungkinan keduanya mengakui jika barang tersebut miliknya. Ia juga menampik penangkapan ini sebuah jebakan seperti pembelaan rekan Gatot. a�?Barang itu ada di kantongnya, bagaimana dijebak?a�? ucapnya.

Ia mempersilakan mereka membantah. Pihaknya mengaku tetap bekerja sesuai prosedur.A� Terkait pengakuan Gatot, lanjut dia, barang tersebut dikasih temannya. Tapi, pihaknya tidak ingin menelan mentah-mentah pengakuan Gatot. a�?Kita tidak percaya begitu saja. Makanya kita dalami,a�? tandas dia.

Gatot Lolos dari Pemeriksaan Parfi

Terkait kasus ini, Ketua Parfi NTB L Winengan mengaku tak menduga Gatot membawa barang haram tersebut. Pasalnya, pada saat pemeriksaan, tidak ada sabu yang dibawanya.A� a�?Saya sayangkan ini terjadi,a�? kata Winengan saat membesuk Gatot di Satnarkoba Polres Mataram.

Winengan menjelaskan, jika memang Gatot positif menggunakan narkoba, tidak mungkin dia lolos sebagai kandidat dalam pemilihan ketua umum. Karena, di dalam anggaran dasar Parfi, orang yang positif menggunakan narkoba tidak boleh mencalonkan diri menjadi ketua.A� a�?Gatot sudah diperiksa sebelum mencalonkan diri 18 Agustus lalu di Jakarta. Dan hasilnya negatif,a�? klaimnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gatot dan kawan-kawan digelandang dari kamar nomor 1100 Hotel Golden Tulip, Mataram, Minggu (28/8) malam. Polisi mengendus adanya penyalahgunaan narkoba jenis sabu dari dalam kamar yang dihuni Gatot. Penangkapan ini hanya berselang beberapa jam setelah Gatot terpilih kembali sebagai ketua umum Parfi dalam kongres yang digelar di hotel tersebut. (jlo/arl/r2/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys