Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Ribuan Koperasi Batal Bubar

Bagikan

MATARAM – Dinas Koperasi dan UMKM NTB mengurungkan niat membubarkan 1.665 koperasi tidak aktif. Penundaan lantaran tidak adanya anggaran dalam APBD. Akibat penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) yang dilakukan pemerintah pusat kepada pemda.

“Karena tidak ada anggaran (untuk pembubaran koperasi tidak aktif), kami tunda hingga tahun 2017. Karena biaya ATK (alat tulis kantor) juga terpaksa dikurangi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Hj Putu Selly Andayani, kemarin (30/8).

Diakui, penundaan penyaluran DAU dari pusat ke daerah sangat jelas berdampak di daerah. Terutama pada program-program yang telah direncanakan tahun ini. Dengan keterbatasan anggaran, dinas akan memilah kembali program apa saja yang menjadi prioritas.

“Prioritas dan penghematan kini menjadi utama,” imbuhnya.

Menyinggung kondisi koperasi saat ini, kata dia, dari 4.077 koperasi yang ada hanya 59 persen yang aktif. Diharapkan banyaknya koperasi tersebut berada dalam tataran koperasi yang berkualitas.

Guna memantau dan mengawasi perkembangan koperasi aktif maupun tidak aktif diperlukan adanya satuan tugas (satgas) pengawas koperasi. Satgas pengawas koperasi sangat penting perannya dalam mendukung berkembangnya koperasi di sektor keuangan daerah. Karena dapat meminimalisir penyimpangan yang mungkin terjadi pada koperasi. Lantaran lingkup kerjanya menggalang dana anggota.

“Sehingga koperasi kembali kepada marwahnya, dan menjadi soko guru bagi perekonomian,” jelasnya.

Sayangnya, dinas saat ini belum bisa membentuk satgas koperasi. Karena belum adanya bidang pengawasan di Dinas Koperasi dan UMKM. Namun dinas, lanjutnya, telah mengajukan kepada Kementerian Koperasi agar memiliki bidang pengawasan tersebut.

“Karena koperasi belum bisa diawasi OJK, maka yang mengawasi adalah dinas, tapi bidang pengawasan ini harus kita miliki dahulu,” tandasnya. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka