Ketik disini

Tanjung

KKP Sewa Enam Publik Boat

Bagikan

TANJUNGA�– Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Lombok Utara harus kerja ekstra keras untuk mengatasi persoalan sampah di Gili Air. Pasalnya, pada masa high season seperti saat ini, sampah yang dihasilkan juga meningkat. Sementara satu-satunya alat transportasi kapal pengangkut sampah dari Gili Air ke daratan Lombok sedang mengalami kerusakan.

a�?Ada sekitar 8 ton sampah yang harus diangkut dari Gili Air. Dengan tiga truk dam sekarang kita harus bolak-balik angkut sampah dari Sire ke TPS,a�? keluh Kepala KKP Lombok Utara Dewa Purwa.

Ditambahkan, tiga armada angkut yang dimiliki KKP tidak bisa mengakut sekaligus sampah-sampah yang sudah diangkut dari Gili Air. Semua personil juga dikerahkan. Penumpukan sampah sudah terjadi beberapa hari yang lalu lantaran kapal sampah milik pemda tidak bisa digunakan karena rusak.

Untuk mengatasi tumpukan sampah di Gili Air, pihaknya menurunkan sebagian besar personel. Sementara untuk mengangkut sampah dari Gili Air ke Sire, pihaknya memutuskan menyewa enam unit publik boat.

a�?Karena kapal yang ada rusak, kita putuskan menyewa. Ini keputusan bersama kades,a�? cetusnya.

Purwa menambahkan, sampah-sampah yang menumpuk di Gili Air adalah sampah basah dan kering. Sehingga sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

a�?Sehari tidak akan bisa habis, semoga semua sudah bisa diangkut dan kembali normal secepatnya,a�? pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tumpukan sampah yang berada di areal dermaga Gili Air dikeluhkan sejumlah pengusaha di sana. Pasalnya sampah yang tidak diangkut berhari-hari ini semakin menumpuk dan menyebabkan wisatawan kurang nyaman dengan keadaan ini. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka