Ketik disini

Headline

Lobar Jangan Macam-Macam Ya!

Bagikan

TANJUNGA�– Persoalan aset antara Pemkab Lombok Barat dan Lombok Utara sepertinya semakin panas. Ini setelah Pemkab Lombok Barat ingin membangun guest house di atas tanah yang diperebutkan di Gili Trawangan. Rencana ini mendapatkan kritik keras dari eksekutif maupun legislatif Lombok Utara.

“Lobar jangan macam-macam dulu lah, ini daerah kami,” kata Wakil Bupati Sarifudin kepada wartawan, kemarin (31/8).

Dijelaskan, saat ini proses untuk menentukan siapa yang berhak atas aset tersebut masih berlangsung. Pemkab Lombok Utara tetap berpegang pada Undang-Undang 26 tahun 2008 tentang pemekaran Lombok Utara. Aset yang tidak bergerak menjadi milik daerah pemekaran dalam hal ini Lombok Utara.

“Sekarang kita masih bicarakan penyelesaiannya, jangan macam-macam,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut kata Sarifudin, jika memang Lobar mau membangun di Trawangan, maka Lobar harus mengurus segala perizinan kepada Pemkab Lombok Utara.

“Mereka harus ke kami dulu kalau mau membangun guest house. Perjelas dulu status tanah itu,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara Djekat juga menyatakan hal yang sama. Pria yang baru saja ditetapkan kembali sebagai Ketua DPD II Golkar Lombok Utara ini menolak rencana Lobar tersebut.

“Tidak boleh sembarangan begitu, ini masih proses,” cetusnya.

Ditambahkan, Lobar tidak bisa segampang itu melakukan pembangunan selama penyelesaian belum ada. “Saya tidak setuju, bukan begitu caranya,” tegasnya.

Djekat juga menegaskan jika memang Lobar mau membangun di wilayah Lombok Utara tentu harus memiliki segala perizinan. Tanpa izin maka Lobar tidak bisa membangun.

“Saya menghimbau melalui koran ini kepada KPPT (Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu) untuk tidak mengeluarkan izin bagi Lobar jika ingin membangun,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemkab Lobar berencana membangun guest house di atas tanah seluas 24 are di Gili Trawangan. Namun kepemilikan aset tersebut masih dalam proses penyelesaian dengan Lombok Utara. Karena Lombok Utara bersikeras aset itu milik daerah pemekaran.

Selain di Gili Trawangan, aset lainnya yang masih diperebutkan Lobar dan Lombok Utara adalah aset di Amor-Amor seluas sekitar 60 hektare. Bahkan untuk Amor-Amor, Pemprov NTB juga memiliki aset tersebut. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka