Ketik disini

Giri Menang

Program CCDP-IFAD Rp 20 Miliar Dievaluasi

Bagikan

GIRI MENANG a�� Setelah empat tahun berjalan, Program Pembangunan Masyarakat Pesisir (PMP) di Kabupaten Lombok Barat dievaluasi. Tim dari Coastal Community Development International Fund for Agricultural Development (CCDP-IFAD) yang menginisiasi program tersebut langsung turun melakukan penilaian ke beberapa kawasan tempat dilaksanakannya program CCDP, kemarin (31/8).

a�?Tujuan evaluasi ini untuk melihat sejauh mana program dari IFAD membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,a�? jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lobar Ir H Subandi di tengah-tengah mendampingi tim melakukan monitoring di Desa Lembar Selatan, kemarin.

Diketahui, Lobar merupakan kabupaten yang ditunjuk sebagai salah satu dari 11 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi kegiatan proyek CCDP. Program tersebut sudah diselenggarakan sejak tahun 2013 dan sudah menyedot anggaran hingga sekitar Rp 20 miliar.

a�?Anggaran dikucurkan langsung ke kelompok masyarakat,a�? katanya.

Untuk Lobar, ada 2051 orang warga di 15 desa yang sudah menjadi sasaran program tersebut. Mereka merupakan bagian dari kelompok pengolahan usaha, kelompok pembangunan infrastruktur, maupun kelompok nelayan.

a�?Evaluasi dari tim IFAD hari ini akan melihat langsung sejauh mana program yang dilaksanakan sejauh ini sudah tepat sasaran,a�? kata Subandi.

Pemkab Lobar sendiri melihat banyak perubahan dari kesejahteraan masyarakat pesisir pasca bergulirnya program CCDP. Di masing-masing desa yang menjadi sasaran, program ini memiliki fokus berbeda. Ada yang berorientasi pada pengoptimalan hasil rumput laut, hingga pengembangan eco wisata mangrove seperti yang dilakukan di Desa Lembar Selatan. Sayangnya, program ini akan berakhir pada tahun 2017 mendatang.

a�?Kita berharap hasil evaluasi ini baik dan sesuai harapan sehingga program yang sama bisa dilanjutkan. Semoga ada CCDP IFAD jilid II,a�? harapnya.

Kepala Desa Lembar Selatan Lalu Salikin mengamini dampak positif program CCDP tersebut bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan yang diberikan sudah dimanfatkan untuk membangun infrastruktur penunjang destinasi wisata mangrove di desa setempat.

a�?Sekarang, nelayan sudah mendapat penghasilan tambahan sampai Rp 200 per hari dari hasil ojek perahu mengantarkan wisatawan mengelilingi kawasan mangrove,a�? katanya.

Demikian juga dikatakan Mustimah, Ketua Kelompok pengolahan hasil laut yang menjadi sasaran program. Pemberdayaan perempuan di desa tersebut menurutnya, mulai terasa berkat kucuran bantuan yang diberikan. Perempuan mulai memiliki kapasitas menopang perekonomian keluarga.

a�?Sekarang, anggota kelompok saya juga mulai punya tabungan dari hasil usaha ini,a�? katanya.

Ia berharap, selepas program dari IFAD nanti tetap ada keberlanjutan dari pemerintah setempat. Sehingga, kegiatan yang dilaksanakan sejauh ini bisa tetap berlanjut.

a�?Kita berharap tetap dibina biar apa yang diusahakan sejauh ini tetap berjalan. Jangan ketika programnya berakhir, kita ditinggalkan,a�? pungkasnya. (uki/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka