Ketik disini

Giri Menang

Sengketa Nambung Ganggu Pilkada

Bagikan

GIRI MENANG a�� Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Barat (Lobar) yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang dibayangi sejumlah masalah. Khususnya menyangkut data kependudukan.

Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri mengkhawatirkan perebutan batas wilayah antara Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah di kawasan Pantai Nambung.

a�?Tapal batas di daerah Nambung itu juga perlu menjadi perhatian agar tidak ada permasalahan saat Pilkada mendatang,a�? kata Suhaimi.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memang sudah menetapkan wilayah Nambung yang berpenduduk 135 kepala keluarga (KK) jatuh ke tangan Lombok Barat (Lobar). Namun, sebagaimana sempat diberitakan, Pemkab Loteng berencana mempersoalkan wilayah seluas 155 hektare (ha) tersebut dengan cara melakukan banding atau gugatan hukum.

Suhaimi berharap, jauh hari sebelum Pilkada Lobar nanti, rebutan batas wilayah antara Lobar dan Loteng bisa benar-benar berakhir dan mencapai kata sepakat. Sehingga, hak demokrasi bagi warga Nambung pada Pilkada serentak nanti bisa diakomodir.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti belum adanya solusi atas nasib ratusan KK yang tinggal di Desa Batu Putek, Kecamatan Sekotong. Pasalnya, mayoritas masyarakat di sana hingga saat ini belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Mereka belum punya identitas karena dianggap menempati tanah negara dan berada di kawasan hutan,a�? jelasnya.

KPU Lobar mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil menyangkut persoalan itu.A�Persoalan ini diharapkan harus segera tuntas karena menyangkut hak warga negara untuk menentukan pilihannya dalam pilkada.

a�?Keberadaan masyarakat yang tidak memiliki identitas itu berpotensi mengganggu pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang,a�? katanya.

Berbagai masalah tersebut juga dikhawatirkan bisa menimbulkan gesekan sosial selama berlangsungnya pilkada serentak nanti. Ia pun berharap pemkab segera bersikap. (uki/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka