Ketik disini

Headline Tanjung

Honorer K2 Gedor Kantor Bupati Lombok Utara

Bagikan

TANJUNG – Ratusan tenaga honorer K2 mendatangi kantor Bupati Lombok Utara, kemarin (1/9). Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan nasibnya. Pertemuan ini dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin, Kepala Dikbudpora Suhrawardi, dan Bagian Kepegawaian.

Ketua Forum K2 Lombok Utara Akmaludin menjelaskan pada 2011 lalu, ada instruksi dari Bagian Kepegawaian kepada UPTD. Bagian Kepegawaian meminta UPTD agar melakukan pemberkasan ulang. Sehingga muncul nama 262 orang K2 yang sudah mengabdi sejak Januari 2005. a�?Seiring waktu itu malah muncul nama K2 lebih 300 orang. Saat itu kami sudah bertanya-tanya,a�? ungkapnya.

Selanjutnya pada saat pelaksanaan tes CPNS, jumlah K2 meningkat kembali menjadi 432 orang. a�?Waktu pengumuman kelulusan justru hanya diambil 70 persen. Yang menentukan dibuang 30 persen ini siapa? Kita ini hanya dipilih untuk dibuang lagi,a�? tanyanya.

Padahal dari 30 persen yang ‘dibuang’ ini telah memenuhi persyaratan. Diantaranya, A�mengabdi mulai 2005 ke bawah, kompeten di bidangnya, dan usia. a�?Tapi kok ada yang lulus itu mengabdi tahun 2006 dan 2007. Permainan siapa ini,a�? katanya.

Ditambahkan, saat itu K2 yang tidak lolos merasa sangat kecewa. Terlebih ada K2 yang baru mengabdi justru terpilih jadi CPNS daripada yang sudah lama mengabdi. a�?Sudah dua tahun kekecewaan ini kita pendam. Kedepan kami tidak ingin kejadian ini terjadi kembali, kami tidak ingin 117 orang K2 yang tersisa ini jumlahnya membengkak lagi dan nasib kami diusilin lagi,a�? harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin mengakui jika pada rekrutmen pegawai 2011 lalu disinyalir banyak pelanggaran administrasi maupun teknis. Pasalnya, pada saat itu, dirinya masih menjadi anggota DPRD Lombok Utara. Termasuk salah satu orang yang menginisiasi untuk dibentuk Pansus K2 untuk melakukan investigasi.

a�?Verifikasi berkas K2 ini dilakukan pertama oleh daerah dalam hal ini BKD. Database awal yang dimilik BKD jumlahnya 262 orangA� dan bertambah menjadi 432 orang,a�? ungkapnya.

Kemudian saat tes digelar pemkab, yang dinyatakan lulus 304 orang dengan berbagai macam formasi. Dari formasi itu ternyata dari temuan di lapangan ada K2 yang baru mengabdi pada 2006 maupun 2007.

a�?Temuan kami di Pansus saat itu memang ada kejanggalan. Kejanggalan itu kami buat dalam satu rekomendasi dan disampaikan kepada pemkab maupun pihak lain. Dan saya yakin pada rekrutmen saat itu memang tidak ada kejujuran,a�? ungkapnya.

Menurut Sarifudin, perisitiwa seperti ini terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Pasalnya, saat berkunjung ke Kemenpan untuk mengkonsultasikan masalah ini, banyak daerah lain yang juga mencari kejelasan. a�?Sekarang kita harus pikirkan bagaimana nasib K2 ini,a�? cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dikbudpora Lombok Utara Suhrawardi menjelaskan saat ini K2 yang tersisa adalah 128 orang. a�?Menpan akan melakukan pendataan lagi yang tidak lulus untuk diseleksi. Ini dari yang kami dengar dulu. Tetapi intinya pemda tetap menyuarakan ini di pusat karena pernah ada kebijakan yang belum lulus ini dipertimbangkan lagi,a�? paparnya.

Perwakilan Bagian Kepegawaian Daerah Setda Lombok Utara menjelaskan data akhir yang diterima jumlah K2 sebanyak 432 orang. Dari jumlah itu yang lulus 304 orang. Sehingga yang tidak lulus berjumlah 128 orang. a�?Yang menentukan siapa yang lulus dan tidak adalah Kemenpan RB bukan daerah. Karena mereka yang memeriksa hasil tes,a�? katanya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka