Ketik disini

Metropolis

Satu Liang Lahat 10 Mayat, Setuju?

Bagikan

MATARAM a�� Dinas Pertamanan Kota Mataram melempar wacana membuat makam, satu liang lahat untuk 9 sampai 10 jasad. Rencana ini dilontarkan sebagai solusi makin menyempitnya areal pemakaman di Kota Mataram.

a�?Kenapa tidak di Mataram, di Jakarta begitu,a�? kata Kepala Dinas Pertamanan H Kemal Islam.

Namun upaya ini harus disetujui semua pihak. Pengaturan mayat yang boleh ditumpang dalam satu liang lahat juga harus jelas. Misalnya lanjut dia, yang boleh masuk dalam satu liang lahat haruslah memiliki hubungan keluarga. Namun, regulasi saat ini lanjut Kemal, belum memungkinkan, karena payung hukum berupa perwal, belum ada.

a�?Nanti ada perwal yang mengatur itu, ada piranti hukum lagi,a�? ulasnya.

Kehawatiran masyarakat akan makin menyempitnya area perkuburan juga dibuktikan dengan tingginya animo mereka bertanya soal perkuburan online yang sempat dirilis beberapa waktu lalu. Meski belum pada tahap pemesanan, tetapi pertanyaan soal mekanisme pemesanan dan ukuran kuburannya, jumlahnya puluhan.

Sebenarnya, soal pemakaman yang terus menyempit cukup membuat Dinas Pertamanan Kota Mataram pusing. Solusi sebelumnya dengan meminta 5 persen dari total 30 persen luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area perumahan yang dibangun pengembang, belum mencapai kata sepakat hingga kini.

Diketahui sebelumnya, Dinas Pertamanan meminta kontribusi dari para pengembang terkait berkurangnya area pemakaman. Kontribusi itu seperti kewajibab pengembang memberikan 5 persen dari 30 persen kewajiban membangun RTH di perumahan yang dibangun. Pemberian area 5 persen, bukan dalam bentuk tanah, melainkan diuangkan sesuai dengan harga lahan.

Namun belakangan, pihak pengembang menginginkan agar harga lahan dipatok berdasarkan harga lama. Bukan yang terbaru. a�?Tapi masalahnya seandainya tanah yang ada di kompleks itu di jual (pada pengembang) dengan harga lama (untuk diuangkan dan membeli lahan disatu tempat), hasilnya yang 5 are, belum tentu cukup untuk beli 1 are,a�? ketusnya.

Hal inilah yang masih terus dikomunikasikan dengan pihak pengembang sampai saat ini. Kemal berjanji membahas persoalan ini dalam waktu dekat. Ia memperkirakan jumlah pemakaman di Kota Mataram mencapai 67 makam. Itu sudah termasuk makam yang dikelola pemerintah, sekitar 13 makam.

Sebelumnya ia juga mendengar rencana dari DPD REI, siap membantu perluasan lahan pemakaman dengan ikut memperluas lahan pemakaman milik warga.

a�?Tetapi catatannya tidak boleh nunut (ikut memakamkan warga perumahan) di sana, jadi silahkan saja itu alternatif yang bisa dilakukan,a�? tegasnya.

Sebelumnya sorotan makin menyempitnya areal pemakaman di perkotaan disampaikan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin. Wagub mengharapkan, dinas terkait yang bertanggungjawab atas masalah tersebut bisa memberikan perhatian lebih.

a�?Jangan sampai menunggu ada gesekan antara masyarakat dulu karena masalah lahan pemakaman yang terbatas, ini cukup sensitif,a�? ingat dia.

Menurut Amin, semakin terbatasnya lahan pemakaman ini memang dipicu oleh penggunaan lahan-lahan yang kian terkikis dan habis untuk dijadikan bangunan. Penyediaan lahan khusus untuk pemakaman harus mulai dipikirkan dengan serius. Mengingat sepuluh tahun ke depan pasti lahan-lahan khususnya di Kota Mataram mulai habis.a�?Mengantisipasi hal ini, harus sudah ada pengaturan sejak sekarang,a�? tandasnya.(zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka