Ketik disini

Giri Menang

Banyak Tempat Hiburan Malam di Lombok Barat Abaikan Izin

Bagikan

GIRI MENANG a�� Badan Pelayanan Perizinan TerpaduA� (BPPT) Kabupaten Lombok Barat memberikan peringatan kepada tempat hiburan malam agar mentaati perizinan. Disinyalir, banyak tempat hiburan malam yang ada saat ini tidak mengantongi izin lengkap.

a�?Kita akan sisir semua tempat hiburan malam yang ada, terutama di kawasan Senggigi,a�? kata Kepala BPPT Lobar H Efendi, kemarin (2/9).

Diberitakan sebelumnya, Komisi II DPRD Lobar melakukan sidak ke lima tempat hiburan malam berskala besar di Senggigi. Dari pantauan tersebut, terungkap bahwa kelimanya tidak mengantongi izin lengkap. BPPT pun berjanji akan menaruh atensi serius atas temuan tersebut agar tidak terjadi kebocoran retribusi.

a�?Kita juga akan lakukan pengawasan dan pemantauan secara berkala,a�? katanya.

Di kawasan Senggigi, lanjutnya, ada sekitar 20 tempat hiburan malam yang masih aktif menjalankan usaha. Semuanya harus memiliki izin lengkap, mulai dari IMB, HO, hingga izin untuk mengedarkan minuman beralkohol.

a�?Nanti kita sisir dan mereka harus menyelesaikan masalah perizinan itu ditempat. Itu bagian dari sumber retribusi kita,a�? katanya.

Ia mengingatkan, kelengkapan dokumen perizinan tersebut adalah bagian dari syarat legal usaha mereka. Apalagi, usaha hiburan malam yang berkembang di Senggigi saat ini sudah berskala besar.

a�?Target retribusi dari BPPT tahun ini Rp 4 miliar dan baru terealisasi sekitar 65 persen. Termasuk di antaranya bersumber dari retribusi perizinan tempat hiburan malam tersebut,a�? lanjutnya.

Menurutnya, salah satu yang menjadi beban bagi pelaku usaha hiburan malam untuk mengurus izin adalah besarnya kenaikan retribusi yang berlaku saat ini, terutama untuk mendapatkan surat izin penjualan minuman beralkohol.

Paca ditetapkannya Perda minuman beralkohol oleh dewan, ditetapkan biaya memperoleh SIUP MB saat ini mencapai Rp 75 juta untuk cafA� kecil dan sebesar Rp 50 juta untuk hotel berbintang. Kenaikan itu cukup signifikan dari yang semula hanya Rp 4,5 juta.

a�?Jadi bagi pemilik hiburan malam yang sudah kadaluarsa SIUP MB, harus memperpanjangnya mengikuti tariff retribusi baru yang diatur dalam perda tersebut. Memang cukup besar,a�? kata Efendi. (uki/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka