Ketik disini

Headline Kriminal

Inilah Geliat Pasar Narkoba di Pulau Seribu Masjid

Bagikan

Arus masuknya narkoba ke NTB semakin deras. Sebulan terakhir misalnya aparat menggagalkan sejumlah upaya penyelundupan sabu asal Malaysia. Ini belum termasuk pengungkapan penyalahgunaan dan peredaran gelap yang seolah tiada habisnya. Lombok khususnya sebagai salah satu pusat wisata dunia kini menjadi pasar menggiurkan bagi sindikat narkoba internasional.

***

Kepala BNN Kota Mataram Nur Rachmat mengatakan, perkembangan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di NTB sudah demikian masif. Lombok khususnya dijadikan pasar peredaran narkoba dari jaringan internasional.

a�?Perkembangan (peredaran) narkoba sudah luar biasa,a�? kata Rachmat.

Atas kondisi tersebut, Rachmat menilai diperlukan penanganan yang luar biasa. Seluruh pihak, mulai dari unsur pemerintahan dan aparat keamanan harus bersinergi memberantas peredarannya.

Rachmat melanjutkan, rencananya di NTB akan dibentuk sebuah tim dari berbagai unsur. Tim ini sendiri diinisiasi Gubernur NTB untuk melakukan pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi terhadap pelaku, pengedar maupun pengguna.

a�?Untuk mengamankan seluruh NTB dari peredaran narkotika,a�? ujar dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Mataram Himawan Indrayono tak menampik bandara dan pelabuhan di Lombok, kerap digunakan pengedar untuk menyelundupkan narkotika.

Bea Cukai, lanjut dia, tidak berpangku tangan melihat hal tersebut. Pengawasan di sejumlah objek vital seperti Lombok International Airport terus diperketat. Pengawasan ini menggunakan sistem dengan jaringan internasional. Memantau penumpang, mulai dari keberangkatan di bandara awal hingga tiba di bandara tujuan Lombok.

a�?Kita ada profiling untuk setiap penumpang yang tiba. Jadi kalau ada yang dicurigai, langsung kita koordinasikan dengan BNN maupun kepolisian,a�? ujarnya.

Jaringan Sabu Malaysia Terungkap

Pekan lalu tim gabungan BNN pusat, BNN NTB dan BNN Mataram menangkap RU, 42 tahun. Pria pengangguran ini diduga merupakan bandar narkoba lokal yang memiliki jaringan di Malaysia.

Kepala BNN Kota Mataram, Nur Rachmat mengatakan, RU ditangkap di rumahnya, Masbagik, Lombok Timur. Penangkapan RU ini berawal dari pengembangan keterangan dua warga Lotim, HE, 20 tahun dan ZA, 37 tahun, yang telah ditangkap sebelumnya.

a�?Sudah jadi target kita. Dia ditangkap Kamis (1/9) dini hari, pas dia sedang tidur,a�? kata Rachmat.

Namun, saat melakukan penggeledahan di dalam rumah RU, tidak ditemukan barang bukti narkotika. Petugas hanya menemukan telepon genggam dan KTP RU.

Sebelumnya petugas menuangkap kurir RU yakni HE dan di sebuah hotel di sekitar Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah, Rabu (17/8) lalu. Saat penangkapan tersebut, petugas ikut menahan tiga terduga kurir narkoba asal Malaysia. Dari ketiganya, petugas menemukan barang bukti yang diduga sabu lebih dari setengah kilogram.

a�?RS, OKG, dan SML diduga membawa sabu seberat 600 gram,a�? ungkap dia.

Awalnya, lanjut Rachmat, ketika dilakukan penggerebekan petugas tidak menemukan keberadaan barang haram tersebut. Namun, setelah diinterogasi, ketiga kurir Malaysia ini mengaku menyembunyikan sabu di dalam anusnya.

a�?Sengaja mereka menyembunyikan di dalam anusnya, ketahuan setelah kita melakukan pemeriksaan lanjutan melalui foto rontgen,a�? jelas dia.

Barang haram tersebut akhirnya dipaksa petugas untuk dikeluarkan. Setelah berhasil, terdapat kristal putih yang diduga sabu dan dikemas ke dalam 11 plastik berbentuk bulat lonjong.

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan, aksi ini sudah terendus petugas BNN sejak di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Ketika itu, petugas mendapat informasi tiga orang asal Malaysia akan membawa narkotika menuju Lombok.

a�?Kita buntuti mereka sampai Lombok, untuk mengincar pelaku yang lain,a�? kata dia.

Setibanya ketiganya di Lombok, BNN meminta petugas Bea Cukai LIA untuk membiarkan mereka lolos. Kecurigaan petugas ternyata tepat, ketiga kurir asal Malaysia ini langsung menuju sebuah hotel di sekitar bandara.

a�?Tiga orang kurir asal Malaysia ini ternyata sudah dua kali datang ke Lombok, terlihat dari paspor mereka,a�? terangnya.

Terkait dua orang kurir asal Lotim dan tiga orang asal Malaysia, termasuk barang bukti yang diduga sabu, telah diserahkan ke BNN pusat. Untuk pelaku, telah ditahan di rumah tahanan BNN pusat.

a�?Sudah ditahan, pertengahan Agustus lalu,a�? kata Rachmat.

Adapun nasib RU, rencananya BNNP NTB akan melimpahkan dia ke Jakarta. Pelimpahan ini untuk memudahkan proses penyelidikan. a�?Karena locus delictinya di Jakarta, jadi semua kita kirim ke sana,a�? tandasnya.

Untuk pelanggaran pidana yang disangkakan, RU bersama pelaku lainnya dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1, Pasal 132 Ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling berat hukuman seumur hidup.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka