Ketik disini

Politika

Suhaimi Dorong Masyarakat Pilih Pemimpin Cerdas

Bagikan

PRAYA – Wakil Ketua Badan Kehormatan DPD RI H Lalu Suhaimi Ismy menyapa masyarakat Lombok Tengah.

Dia menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Desa Motong Sapah, Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan agama. Dalam kesempatan itu, dia memaparkan pentingnya Empat Pilar MPR RI.

Yakni, Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. a�?Kondisi dunia saat ini yang semakin terbuka menyusul era globalisasi, MEA, dan aspek ideologi.

Untuk mengantisipasi pengaruhnya, maka keberadaan empat pilar itu harus disosialisasikan,a�? kata Suhaimi dihadapan masyarakat Lombok Tengah Sabtu (3/9).

Dikatakan, masyarakat patut mengetahui dan mengamalkan Empat Pilar MPR RI. Salah satu caranya, kata mantan Kepala Kanwil Kemenag NTB itu adalah memilih pemimpin yang berkarakter.

Artinya, mempelajari latar belakang dan sepak terjang calon pemimpin tersebut dengan baik.

Menurut dia, pemimpin harus menerapkan esensi Pancasila dalam mengambil kebijakan.

Hal itu dinilai dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan bernegara.

a�?Jika pemimpin tidak berpandangan hidup dengan Pancasila, dapat dipastikan tidak taat kepada Tuhan, tidak berjiwa sosial, apalagi berjiwa nasionalis,a�? tegasnya.

Dalam konteks pemilu, dia mendorong masyarakat untuk lebih cerdas dan lebih terbuka dalam memilih calon pemimpin.

Terutama menghadapi pilkada serentak yang akan berlangsung di NTB.

Dia mengatakan masyarakat harus pandai menentukan pilihan, terutama terhadap pemimpin yang memiliki jiwa Pancasila.

Meski begitu, dia juga menekankan akan pentingnya hakikat Bhineka Tunggal Ika.

Artinya, meskipun berbeda pendapat, berbeda pilihan atau pandangan politik, tapi harus tetap saling menghormati. a�?Ingat makna Bhineka Tunggal Ika,a�? paparnya.

Suhaimi juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menanamkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

Meskipun saat ini masyarakat berdomisili jauh dari perkotaan, tapi dia optimistis semangat persatuan dan kesatuan tetap terjalin.

Dia berharap agar masyarakat di NTB ikut melindungi anak-anaknya dari pengaruh arus informasi yang tidak bermanfaat.

Apalagi sampai merusak pola pikir generasi penerus bangsa. (tan/r7/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka