Ketik disini

Metropolis

Dikes NTB Kecolongan

Bagikan

MATARAM – Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB kecolongan dengan beredar luasnya obat keras golongan G di masyarakat. Mereka belum mengetahui pasti keberadaan obat-obat tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan NTB Khaerul Anwar mengatakan, terkait obat keras ia menyerahan sepenuhnya kepada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram selaku pihak yang berwenang melakukan pengawasan. a�?Mereka secara berkala selalu melakukan pengawasan,a�? katanya.

Dalam hal ini, Dikes hanya berperan mengedukasi masyarakat. Seperti memberikan penyuluhan dan penyadaran. Tapi khusus untuk obat keras golongan G tersebut, dinas belum begitu gencar melakukan sosialisasi. Sebab selama ini mereka fokus mensosialisasikan pangan dan jajan berbahaya bagi anak-anak sekolah.

Khaerul menjelaskan, peredaran obat ini ada yang melalui distribusi resmi. Tetapi di luar itu ada juga yang tidak bisa diawasi atau jalur ilegal. Sehingga ada kemungkinan kebocoran melalui jalur tidak resmi, seperti penjual obat keliling. a�?Tapi semua, baik yang resmi maupun tidak sudah melalui pengawasan BBPOM,a�? katanya.

Terkait dampaknya bagi kesehatan manusia, dinas kesehatan juga belum tahu persis. Sebab belum ada diketahui apakah ada kelainan pada anak yang mengkonsumsi obat tersebut. Menurutnya, di peredaran obat keras di NTB belum mengkhawatirkan. a�?Tapi kita tetap mengawasi kemungkinan tersebut, belum ada laporan ke kantor karena kami baru didapat dari media,a�? ujarnya.

Faktanya di Kota Mataram obat ini beredar luas, bahkan warga Kelurahan Gomong beberapa waktu lalu melakukan protes menolak peredaran obat tersebut. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka