Ketik disini

Headline Selong

Kekeringan di Lotim Semakin Parah

Bagikan

MATARAMA�– Hujan yang tak kunjung datang membuat A�kekeringan di sejumlah kecamatan di Lombok Timur (Lotim) semakin parah. Ironisnya, fenomena yang terjadi setiap tahun ini tak kunjung ada solusi secara permanen.

a�?Saat ini kita menunggu bendungan Pandanduri A�rampung. Itu bisa menjadi salah satu solusi untuk menghadapi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah. Selain itu, kami dari pemerintah juga telah menyewa sumber air di sejumlah daerah seperti Tete Batu Rp 25 juta per tahun,a�? kata Wakil Bupati H Haerul Warisin.

Diakuinya, beberapa solusi penanggulangan bencana kekeringan yang telah dilakukan selama ini belum A�bisa menyelesaikan masalah secara tuntas. Karena, sifatnya hanya membantu masyarakat untuk melewatiu musim kekeringan saja. Untuk itu, ia meminta warga yang berada di kawasan daerah kering untuk terus melakukan reboisasi ketika musim hujan. Karena, pohon yang membantu menyimpan air tanah.

Terkait solusi pembangunan sumur bor, ia meminta pihak legislatif A�ikut A�membantu eksekutif. a�?Kami berharap dewan ini mau membantu masyarakat yang ada di desa lewat dana aspirasinya. Jangan hanya membantu dalam bentuk konsumtif,a�? sindirnya.

Paling tidak, dikatakan Warisin, Dewan bisa mengupayakan bantuan sumur bor di dapilnya masing-masing. Ini sebagai upaya membantu menekan A�kekurangan air bersih.

Terpisah, Ketua DPRD Lombok Timur Khaerul Rizal menanggapi pernyataan wakil bupati yang meminta dewan membuatkan sumur bor bagi masyarakat yang kekurangan air bersih. a�?Dana aspirasi dewan kan Cuma Rp 500 juta. Kalau mau buat sumur bor dong Cuma dua titik. Sumur bor itu kan minimal Rp 200 juta satu titik,a�? kata dia.

Untuk itulah ia meminta pembuatan sumur bor ini harus menjadi tanggung jawab eksekutif. Karena, diungkapkannya belanja modal itu sekitar Rp 400 miliar. Seharusnya, pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif dikatakannya harus bisa mendorong pemerintah desa untuk membangun sumur bor. a�?Karena satu desa itu kan anggarannya 1,2 miliar. Kalau memang betul ada di desa itu kekeirngan dan butuh air bersih, bikin saja sumur bor dari dana desa itu,a�? terangnya.

a�?Sumur bor yang kedalaman 100 meter itu kan butuh anggaran Rp 200 juta. Nggak masalah kok itu buat sumur bor dengan anggaran desa. Masak buat talut sama rabat boleh sumur bor nggak,a�? sambungnya.

Menurutnya, dari petunjuk teknis penggunaan anggaran desa dijelaskan untuk tiga hal. Yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. a�?Jalan, air dan listrik itu kan infrastruktur yang paling primer,a�? cetusnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan desa untuk bisa menyelesaikan persoalan kekeringan dengan membangun sumur bor.

Sementara itu, pihak Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur kemarin sudah mulai mendistribusikan bantuan air bersih. Karena, kekeringan di sejumlah wilayah di Lombok Timur sudah mulai semakin parah. a�?Puncaknya ya sejka bulan Juli lalu, sekarang ini dan hingga akhire tahun nanti,a�? kata salah seorang pegawai BPBD Lombok Timur, Zaini.

Total enam tangki air yang memiliki volume masing-masing tangki sebanyak 5000 liter disalurkan di sejumlah wilayah. Yakni di Desa Serewe, Kaliantan, di Tanjung Luar dan Jerowaru. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka