Ketik disini

Feature

MATTA Fair pun Banjir Jualan Paket Wisata Lombok

Bagikan

Pasar wisata terbesar Asia Tenggara MATA FAIR menjadi saksi betapa Lombok benar-benar tengah naik daun di Malaysia. Event tahunan yang digelar di Kuala Lumpur itu banjir penjualan paket wisata tujuan ke Lombok. Peminatnya pun bejibun.

***

PINTU bagunan megah Putra World Trade Center di jantung Kuala Lumpur, Ibu Kota Malaysia, belumlah resmi dibuka. Waktu menunjukkan pukul 09.00 waktu setempat, kala antrean sudah mengular.

Modis-modis mereka yang berada di tengah antrean pada pagi Sabtu, 2 September 2016 itu. Dari warna kulit, rambut, ketahuan kalau mereka yang tengah mengantre tersebut datang dari aneka bangsa. Tujuan mereka hanya satu, memburu paket wisata di pasar wisata yang digelar Malaysian Association of Tour & Travel Agents atau MATTA.

Itulah event pasar wisata terbesar di Asia Tenggara. Para pelancong berduit biasanya memburu pasar wisata ini. Lantaran event tersebut tak pernah sepi dari aneka penawaran menarik.

Dan di event yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Lombok benar-benar jadi buah bibir di sana. Aneka booth milih para travel agent Malaysia banjir dengan aneka paket wisata tujuan Lombok.

Paket wisata ke NTB tersebut nyaris sama banyaknya dengan paket wisata tujuan Jogjakarta. Nyaris mendekati penjualan paket wisata tujuan Bali. Dan di luar itu, ada paket wisata tujuan mancanegara dengan penawaran sungguh menggiurkan.

Di MATTA Fair, Lombok diberi tagline Sun and Fun. Keindahan pantai, kekayaan aneka atraksi seni, budaya, dan kelezatan kulinernya menjadi jualan utama. Dan tentu saja petualang ke Gunung Rinjani dan juga Gunung Tambora.

Selama event berlangsung, Kementerian Pariwisata juga benar-benar telah menjadikan Lombok sebagai highlight promosi pariwisata di Malaysia tahun ini. Itu sebabnya, paviliun Indonesia di MATTA Fair didominasi ornamen khas Lombok dengan desain bangunan berupa lumbung.

Selain itu, sejumlah foto keindahan destinasi wisata NTB mejeng di paviliun yang tak pernah sepi pengunjung tersebut. Secara khusus, Kemenpar juga membawa para artis film Kalam-Kalam Langit, yang akan tayang perdana di jaringan bioskop ternama Malaysia. Film tersebut seluruhnya menjalani pengambilan gambar di Lombok. Publik Malaysia benar-benar kepincut.

a�?Kemenpar tak akan pernah berhenti menawarkan Lombok dan Sumbawa untuk para wisatawan mancanegara,a�? kata Deputi Promosi Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani pada Lombok Post.

Penduduk ASEAN yang mencapai 500 juta kata dia adalah potensi wisata yang besar.

Pada saat yang sama, DPP ASITA juga menandatangani kerja sama dengan MATTA. Kerja sama dua organisasi besar industri pariwisata negara serumpun tersebut untuk memaksimalkan kerja sama paket wisata bersama. NTB salah satu yang akan menjadi bagian utama dalam kerja sama tersebut.

Kerja sama ini kata Rizki akan dievaluasi tiap tahun. Dan keberhasilan kerja sama dengan NTB di dalamnya tentu akan direplikasi pihaknya di destinasi wisata lain di Indonesia.

Saat ini kata dia, ASEAN memang telah memasuki fase Masyarakat Ekonomi ASEAN. Termasuk juga di sektor pariwisata. Karena itu, tak boleh menunggu lagi. Paket wisatawan lintas negara sudah harus terbentuk. Dan kerja sama antara MATTA dengan ASITA telah mengawali itu.

Presiden MATTA Datuk Hj Hamzah Rahmat mengatakan, wisatawan Tiongkok saat ini menjadi muara kerja sama ini. Dalam setahun kata dia, sedikitnya 100 juta wisatawan asal Tiongkok keluar negaranya untuk berwisata. Ke segala penjuru dunia mereka menuju. Dan Malaysia memasang target 4 juta kunjungan wisatawan Tiongkok mulai tahun depan.

Target itu tak muluk. Telah lama Malaysia berpengalaman dengan wisatawan asal Tiongkok. Saban tahun, berduyun-duyun wisatawan Tiongkok datang melancong ke sana. Kala Indonesia masih memiliki angka kunjungan tujuh juta wisatawan asing, Malaysia justru telah dikunjungi lebih dari 20 juta wisatawan asing. Tiongkok adalah penyumbang angka yang besar tentu saja.

Tapi Malaysia sadar. Bahwa mereka tak bisa lama-lama sendiri. Itu sebabnya, langkah inovasi segera diambil. a�?Malaysia harus bisa memberi sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih dan berbeda,a�? kata dia. Dan pilihan lebih nan berbeda itu adalah dengan menggandeng Lombok.

Bila perlu, seluruh dari empat juta wisatawan asing asal Tiongkok itu akan meneruskan perjalanan ke Lombok setelah dari Malaysia. a�?Tapi tentu butuh waktu untuk daerah Anda. Tidak bisa langsung begitu,a�? kata dia.

Karenanya, bagian dari kerja sama yang telah ditandatangani adalah termasuk penyiapan sumber daya manusia di NTB. Antara lain menyiapkan apa yang menjadi kesukaan wisatawan Tiongkok. Baik destinasi dan juga makanan. Inilah yang secara paralel akan dibereskan. MATTA akan menjadi mentor.

Ke depan, kerja sama ini juga akan memiliki basis antara negara bagian. Misalnya destinasi wisata di Langkawi, yang akan menjadi semacam saudara dekat untuk destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa. Terutama untuk destinasi yang tematik.

Kadisbudpar NTB HL Mohammad Faozal mengatakan, kerja sama MATTA dan MITTA dengan ASITA NTB ini jadi tonggak baru tahapan industri pariwisata NTB dalam hal promosi dan mendongrak angka kunjungan wisatawan. a�?Kita siap menyambut wisatawan Tiongkok,a�? kata Faozal. Pada 2019, NTB telah ditargetkan Kemepar untuk dikunjungi sedikitnya dua juta wisatawan asing. Saat itu se Indonesia telah datang 19 juta wisatawan.

Antara lain kesiapan itu kata Faozal nanti akan diwujudkan dengan menyiapkan para pemandu wisata yang pantai berbahasa Tiongkok. Tak kecuali tentu saja kuliner yang mereka gemari.

Plt Kepala BPPD NTB H Afan Ahmad menambahkan, Malaysia kini adalah salah satu pasar penting pariwisata NTB. Sementara Tiongkok, adalah salah satu negara yang dibidik mengingat potensi wisatawan di sana yang sangat besar. Itu sebabnya BPPD NTB menyokong penuh kerja sama antara MITA degan ASITA NTB dan juga kegiatan di MATTA Fair. Termasuk dengan membawa para pelaku pariwisata NTB untuk berpromosi dan bertransaksi di sela penandatanganan kerja sama. (Kusmayadi/Kuala Lumpur/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka