Ketik disini

Headline Metropolis

Sejumlah Program Aman Disikat

Bagikan

MATARAMA�– Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga kemarin masih terus bekerja merasionalisasi anggaran, pasca penundaan pembayaran transfer pusat ke daerah. Khususnya untuk Dana Alokasi Umum (DAU).

a�?Nanti sore (kemarin sore, Red) kami akan kembali bekerja, di saat yang lain pulang, kami akan lembur,a�? kata Plt Sekda Kota Mataram, Effendy Eko Saswito.

Eko menjanjikan rasionalisasi tuntas. Hasilnya sudah bisa dilaporkan ke Wali Kota Mataram hari ini. “Sampai siang ini (kemarin, Red), tim sudah berhasil menyisir berbagai program kegiatan yang bisa ditunda pengerjaanya di tahun anggaran seanjutnya, yakni 2017,” terangnya.

a�?Sampai terakhir (berkoordinasi dengan tim), masih kurang Rp 6 miliar lagi,a�? sambung Eko.

Rasionalisasi anggaran ini membuat sejumlah program pasangan Ahyar-Mohan yang dijanjikan saat kampanye dulu disikat. Artinya dipastikan tidak bisa terealisasi tahun ini.

Sedangkan terkait rasonalisasi gaji pegawai, Eko kembali menjelaskan jika tidak ada pemotongan. Pemkot sedianya sudah menganggarkan untuk gaji dan TKD pegawai untuk 12 bulan. Sementara, untuk gaji pada bulan Desember, akan dibebankan pada dana transfer pemerintah pusat ke daerah di tahun anggaran 2017.

a�?Jadi sekali lagi bukan pemotongan atau penundaan gaji karyawan ya. Tetap kita gaji, hanya saja ada kelebihan di penganggaran,a�? ulas Eko.

Eko enggan menyebut, anggaran untuk Gaji dan TKD bulan Desember dibebankan, di tahun anggaran 2017. Ia lebih memilih menyebut sebagai, kelebihan penganggaran. Sebab lanjut dia, baik Gaji dan TKD diberikan setelah pegawai menyelesaikan pekerjaanya dalam satu bulan.

a�?Bulan ini bekerja. Setelah bekerja tuntas, baru digaji. Begitu juga untuk penghitungan TKD-nya,a�? terang dia.

Ia menegaskan rasionalisasi hanya dilakukan pada item-item yang anggarannya menggunakan DAU. Namun, Eko memastikan DAU yang penggunaannya untuk operasional dasar, tetap dipertahankan. Sehingga, tidak menganggu kinerja dan pelayanan pemerintah pada masyarakat.

Di tempat terpisah, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyampaikan jika tim TAPD sedang bekerja melakukan rasionaliasi anggaran. Ia memberi arahan agar pemangkasan program kegiatan dan proyek, hanya untuk kegiatan yang bisa ditunda tahun depan. a�?Harus dilihat urgensinya,a�? kata Ahyar.

Ia tak memungkiri rasionalisasi akan membuat tim kesulitan menyisir program kegiatan dan proyek. Terutama menentukan sekala prioritas. Sebab, hampir semua yang masuk dalam APBD Perubahan 2016, adalah program kegiatan dan proyek yang harus segera dikerjakan. Ini untuk melanjutkan rencana pembangunan daerah.

Sementara Kepala Dinas PU Kota Mataram H Mahmudin Tura mengaku pasrah dan tak bisa berbuat banyak terkait penundaan pencairan DAU sebesar Rp 88,21 miliar. Kendati hitung-hitungan resmi TAPD belum keluar, PU siap menerima berapapun pemotongannya.

a�?Asal jangan dari kita semua yang Rp 88,21 miliar itu,a�? kata Mahmudin Tura, kemarin.

Operasional pasukan biru yang bertugas mengurusi drainase adalah salah satu sektor yang dibiayai DAU. Tugas mereka yang sangat vital menjadikan pemotongan tersebut riskan berpengaruh pada keadaan drainase di kota ini. Selain itu DAU di Dinas PU Mataram juga dialokasikan untuk sejumlah jalan lingkungan berskala kecil.

a�?Proyek besar tak ada, umumnya itu DAK, tapi kalau ada yang dipotong DAU-nya, ya terdampak juga,a�? ujarnya pasrah.

Sementara Kepala Bappeda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, kondisi saat ini bukanlah kesalahan pemerintah kota. Apa yang dialami sepenuhnya bersumber dari keadaan pusat yang melakukan sejumlah penghematan. Bahkan dulunya, Mataram sebenernya ada pada posisi yang tak terlalu optimis karena fenomena nasional dan regional.

Namun pemerintah pusat yang meyakinkan daerah dengan perintahnya untuk menaikkan sejumlah posting. Kini, ketika kembali terjadi pemangkasan dan penundaan, maka Mataram hanya mengikuti kebijakan tersebut. a�?Ini kebijakan nasional yang mempengaruhi pemkot,a�? jawabnya.

Ditanya mengenai antisipasi kemungkinan adanya pemotongan di masa yang akan datang, ia memiliki pandangannya tersendiri. Mataram menurut Martawang sudah ada pada level kemandirian yang sangat tinggi. Lebih dari 18 persen dari total PAD terhadap APBD sudah bisa dihasilkan daerah ini.

a�?Artinya secara kemandirian kita sudah sangat baik di banding daerah lain,a�? pungkasnya. (zad/yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka