Ketik disini

Selong

Jalur RSUD Selong Jadi Terminal Dadakan

Bagikan

SELONGA�– Dampak terus bertambahnya jumlah kendaraan pribadi mulai dirasakan sopir angkutan umum di Lombok Timur (Lotim). Sejak beberapa tahun terakhir, mereka mengaku penghasilannya terus menurun. Akibatnya, berbagai cara dilakukan untuk mencari penumpang. Salah satunya yakni membuat pangkalan sementara di jalan samping RSUD R Soedjono, Selong.

“Penumpang di terminal sudah mulai sepi. Makanya kami mangkal disini, nungguin penumpang yang baru pulang berobat,” ungkap Rizal, salah seorang sopir angkutan umum.

Penumpang yang baru pulang berobat dikatakan mereka yang tidak memiliki kendaraan mobil pribadi. Akibatnya, mereka lebih memilih naik angkutan umum. Karena kondisi mereka yang belum pulih tidak memungkinkan untuk menaiki kendaraan seperti motor. “Inilah yang kami sasar. Karena kalau mau nunggu penumpang seperti dulu sudah sulit,” sambung dia.

Kondisi ini nampaknya sudah dipahami betul oleh para sopir angkutan umum. Sehingga mereka beramai-ramai mangkal di dekat RSUD. Bahkan, beberapa diantara sopir tersebut masuk area rumah sakit untuk menawarkan jasa angkutan.

Kebanyakan penumpang yang mereka antar berasal dari wilayah Masbagik dan Labuhan Haji. Karena, penumpang yang berasal dari wilayah Aikmel dikatakan sudah ditunggu oleh angkutan umum lainnya yang sudah disewa. “Mau bagaimana lagi, kalau menunggu penumpang yang mau menggunakan angkutan umum sekarang sulit. Mereka lebih memilih naik motor,” timpal Hajri, sopir lainnya.

Mangkal di pinggir jalan dekat RSUD R Soedjono dinilai lebih menjanjikan dibanding di Terminal. Karena, satu penumpang yang baru selesai berobat biasanya akan didampingi rombongan keluarga mereka. Sehingga, sekali angkut penumpang bisa berjumlah tiga sampai lima orang. Perharinya, para sopir angkutan umum ini mengaku rata-rata mendapatkan Rp 100 ribu.

“Tapi itu belum dibagi sama pemilik kendaraan dan biaya bensin,” ungkap Hajri. Sehingga kadang mereka mangku hanya menbawa pulang uang untuk keluarga kisaran Rp 50 ribu.

“Nyari kerjaan saat ini susah, apalagi kita nggak sekolahnya tinggi. Ya mau bagaimana lagi,” ungkap para sopir kompak pasrah. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka