Ketik disini

Tanjung

Kelapa KLU Suplai Industri Nasional

Bagikan

TANJUNG Potensi kelapa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) selama ini belum dioptimalkan. Produktivitasnya tergolong rendah kendati jumlah pohon kelapa banyak. Para petani masih terkendala peralatan serta pemasaran.

Australian-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support for Markets in Agriculture (PRISMA) tergerak untuk menjawab kondisi tersebut. Mereka mencoba membangun sistem pasar melalui acara Coconut Trade Fair di Pantai Klui, KLU, kemarin (6/9).

a�?Artinya melalui acara ini kita meyakinkan para pelaku usaha akan mendapat keuntungan jika mau kontinyu bekerjasama dengan petani. Tidak hanya mereka yang harus untung tapi petani juga,a�? kata Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Miskin Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Woro S. Sulistyaningrum.

Produktivitas petani kelapa akan semakin ditingkatkan selaras dengan penciptaan sejumlah inovasi di industri kelapa. Diantaranya, produksi alat panjat yang akan memudahkan petani memetik kelapa sehingga berdampak pada hasil yang didapat. Perusahaan selaku produsen alat juga bakal diuntungkan dengan tingginya permintaan para petani.

Begitu pula penciptaan bibit kelapa hibrida yang memiliki tinggi lebih rendah sehingga mudah dipetik. Belum lagi nantinya akan dilakukan pelatihan ke petani, sebagai bentuk kesiapan mereka memanfaatkan inovasi tersebut.

a�?Jadi petani akan dimasukkan ke dalam sistem pasar, tidak lagi di luar sehingga mereka akan mendapat keuntungan besar,a�? ujar Woro.

PRISMA juga nantinya akan bergerak membangun pasar untuk produk-produk olahan kelapa agar memiliki nilai tambah. Para petani akan diajak untuk menyuplai kelapa untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan, minuman, minyak goreng ataupun kerajinan.

Event yang mempertemukan pelaku pasar terutama sektor swasta di komoditas kelapa ini merupakan yang pertama digelar di Indonesia. Selain memperkenalkan produk inovasi juga dipamerkan puluhan stan produk perusahaan kelapa nasional. Selain itu ada juga diskusi terbuka mengenai prospek industri kelapa.

Head of Portofolio Australia-Indonesia Partnership for Rural Economic Development (AIP-Rural) Paul Kalu menjelaskan, trade fair dilaksanakan bertepatan dengan hari kelapa se-dunia pada 2 September. Acara ini juga selaras dengan misi PRISMA untuk mempercepat pengentasan kemiskinan 300 ribu petani di kawasan timur Indonesia.

a�?Melalui acara ini kami ingin menghilangkan jarak diantara pelaku pasar supaya bisa bertemu dan membina hubungan baru sehingga membuka akses pasar yang lebih besar lagi,a�? kata Paul.

Diharapkan dengan adanya trade fair bisa lebih memperkenalkan Lombok sebagai daerah yang memiliki potensi kelapa yang sangat besar namun belum tereksplorasi sepenuhnya. Karena itu, sejumlah perusahaan yang memproduksi olahan kelapa dari berbagai daerah di Indonesia sengaja diundang agar tercipta akses pasar seluas-luasnya. Sementara petani mendapatkan informasi tentang inovasi yang ada di industri kelapa, seperti pohon kelapa hibrida dan alat bantu panjat.

Beberapa isu utama yang ingin disampaikan pada acara ini adalah kesenjangan antara permintaan dan penawaran. Oleh karena itu para pelaku bisnis menjadi titik fokus.

Hasil akhir yang ingin dicapai adalah agar para petani dapat merasakan keuntungan dan peningkatan permintaan untuk produk mereka, baik mentah ataupun setengah jadi. (ida/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka