Ketik disini

Selong

Sediakan Perpustakaan Digital Bagi Para Petani dan Pedagang

Bagikan

Siapa sangka, dari Perpustkaan Desa (Perpusdes) yang tersebar di seluruh Indonesia, Perpusdes Sakra adalah yang terbaik. Itu setelah Perpusdes ini dinobatkan sebagai juara I Perpusdes Kluster C seluruh Indonesia tahun 2016.

***

PANASA�matahari mulai terasa daerah Sakra Lombok Timur (Lotim). A�Hamparan ladang tembakau diselingi beberapa aktivitas panen mengiringi koran ini menuju perpustakaan berprestasi tersebut.

Dari gerbang masuk ke kantor desa, perpustakaan sudah bisa langsung dilihat. Kumpulan buku yang tertata rapi dalam lemari dan rak menunjukkan tanda bahwa inilah Perpustakaannya. Bukunya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan Pepustakaan NTB atau perpustakaan kota. Namun, penataan Perpustakaan ini yang terbilang cukup unik.

Sengaja dipajang di depan ruangan Kantor Desa , seolah ingin menunjukkan bahwa Perpusdes ini menjadi ikon kantor Desa Sakra. Tak jauh dari lokasi rak buku, terdapat lima unit komputer yang berjejer rapi. Komputer-komputer ini diungkapkan Sekretaris Desa Sakra, Zainul Arifin. Dia adalah orang di balik perpustakaan ini.

a�?Awalnya perpustakaan kami ini mati suri. Namun, setelah ada program Perpu Seru bekerjasama dengan Coca-Cola Foundation dan Telkom, perpustakaan ini kembali hidup. Karena saat ini konsepnya perpustkaan digital berbasis IT,a�? kata dia saat ditemui di ruangannya.

Selain menyediakan buku-buku yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, perpustakaan juga menyediakan buku bacaan bagi anak-anak. Sehingga, Perpustakaan ini selalu ramai dikunjungi sepulang para pelajar sekolah. Namun, ketika sudah siang hari, diungkapkan pengunjung Perpustakaan berbeda lagi. Kali ini yang datang bukanlah anak-anak atau remaja pelajar melainkan para orang tua.

a�?Mereka datang ke sini untuk membuka diA� internet,a�? tutur Arifin.

Kedatangan mereka dijelaskan hanya sekadar melihat informasi seputar kabar berita yang terjadi di belahan dunia. Karena sejumlah warga diungkapkan telah mendapatkan pelatihan bagaimana menggunakan internet yang ada di komputer desa. Mulai dari para kader Posyandu dan Kader PKK hingga seluruh masyarakat Desa Sakra juga dibina untuk bisa memanfaatkan teknologi internet.

Bahkan, lebih dari itu, kini Perpusdes Sakra telah menjadi pusat bagi warga untuk memasarkan produknya. A�Salah satunya jajanan temerodok yang demikian kesohor.

a�?Di sini mereka juga bisa memasarkan produknya secara online. Ada petugas yang bisa mendampingi mereka untuk memasarkan produk khas Temerodok ini,a�? jelas pria tersebut.

Akses internet di Desa Sakra diungkapkan 24 jam. Namun, di luar jam kerja Perpusdes, mereka yang ingin menikmati fasilitas internet harus mebayar Rp 5.000 untuk wifi.id yang disediakan pihak Telkom. a�?Di sini kan kita hanya menyediakan lima unit komputer. Dua sumbangan dari Telkom dan tiga dari Coca-cola, kalau komputenya penuh, biasanya para pelajar membawa laptop sendiri. Jadi perpustakaan ini selalu ramai sampai tengah malam,a�? bebernya. (HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka