Ketik disini

Politika

Sistem Kaderisasi Parpol Belum Jalan

Bagikan

MATARAMA�– Ada wacana dari beberapa parpol yang tidak mengusung kadernya dalam Pilkada serentak 2018 nanti. Terkait fenomena ini, pengamat politik Ahyar Fadli mengatakan bukan berarti parpol miskin kader. “Sistem kaderisasi dari parpol itu sendiri yang tidak jalan,” ungkapnya, kemarin (6/9).

Sisi lainnya, kata dia, ketika pencalonan bupati, wali kota, dan gubernur tentu parpol kebingungan siapa kader yang akan dicalonkan. Kemudian memilih mengusung orang lain, yang lebih dilihat dari modal finansial calon tersebut. Maka yang terjadi parpol dibeli untuk dijadikan kendaraan politik dalam pilkada. a�?Ini naif jika dilakukan, karena parpol seharusnya ajukan kader internalnya di momen-momen pilkada,a�? papar Fadli.

Menurutnya, parpol seharusnya mengusung kader terbaiknya sendiri. Karena kader tersebut secara sistem akan diadu dengan calon lain terkait visi dan misi. Selain itu, arah dan tujuan daerah yang dipimpinnya nanti bisa jelas. a�?Dua hal itu yang saya lihat tidak jalan,a�? imbuhnya.

Penyebab lain ketika parpol mengusung kandidat di luar partai adalah karena konflik internal. Sehingga tren yang terjadi saat ini, banyak kader terbaik parpol justru memilih hengkang dari partai. Bahkan adapula yang memilih membangun parpol sendiri, atau memilihA� bergabung dengan parpol lain.

Dari kondisi tersebut dirinya pernah mengusulkan saran. Salah satunya politisi bisa saja pindah partai namun harus melewati lebih dulu masa idahnya (tunggu). Gunanya agar parpol yang akan dimasuki bisa menilai kader tersebut. “Apakah niatnya bergabung karena menghindari konflik parpol sebelumnya atau bahkan politisi tersebut memang hobi pindah partai,” paparnya. a�?Ada juga politisi yang hobinya pindah partai,a�? imbuh Fadli.

Agar cap miskin kader lenyap di masyarakat, menurutnya saat ini parpol harus mempersiapkan kaderisasi. Caranya melalui sekolah kader. Namun perlu diperhatikan juga, sekolah kader yang dibentuk jangan bersifat instan. Diharapkan output sekolah kader berjalan baik dan sesuai harapan. Jika tidak maka kader yang lahirpun bersifat instan. a�?Bila perlu dalam setahun, parpol targetkan bisa mencetak kader terbaik sekian orang,a�? tandasnya.

Seperti diketahui, sejumlah parpol tengah berencana membangun sekolah kader dan memberikan pendidikan kader. Diantaranya, Partai Golkar dan Gerindra. Golkar berencana akan membangun sekolah kader diawal tahun 2017.

Sedangkan Gerindra akan menggembleng kadernya melalui pendidikan kader. Di mana seluruh caleg Gerindra dari tingkat kabupaten, kota, provinsi, dan pusat diwajibkan ikuti diklat seminggu penuh di Padepokan Garuda Yaksa.

a�?Sampai saat ini pendidikan kader dilakukan tanpa henti. Mungkin sudah ribuan kader ikut diklat. BahkanA� pak Prabowo langsung ikut memberikan materi pengkaderannya,a�? tandas kata Ketua DPD Gerindra NTB H. Willgo Zainar. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka