Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Sosialisasi Ekonomi Syariah Harus Masif

Bagikan

MATARAM – Universitas Mataram menggelar Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syari’ah (FREKS) XV. Kegiatan itu merupakan bentuk kerjasama antara Unram dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).

Freks XV yang berlangsung selama tiga hari itu dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof.Dr Bambang Brodjonegoro.

Dia juga merupakan Ketua Umum IAEI. Hadir dalam kegiatan itu Gubernur NTB Dr TGB HM Zainul Majdi, MA, dan Anggota Dewan Komisioner OJK yang merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Nelson Tampubolon.

Lebih kurang 300 orang dari sejumlah Universitas di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan dalam FREKS XV yakni seminar tentang perkembangan ekonomi Islam, presentasi makalah terbaik

tentang ekonomi dan keuangan syari’ah, dan lainnya. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro mengapresiasi pelaksanaan FREKS XV di Universita Mataram.

Dikatakan, industri keuangan syari’ah dunia diawali berdirinya bank di Pakistan pada 1953 silam yang memberikan pinjaman tanpa bunga.

Sejak saat itulah perkembangan industri keuangan semakin pesat hingga pada 2009 aset industri keuangan syari’ah lebih kurang USD500 milyar.Bahkan, laporan Islamic Finance News 2016 memperkirakan nilai aset industri mencapai USD2 Triliun.

a�?Keuangan syari’ah harus berfungsi untuk menghidupkan seluruh kegiatan ekonomi riil,a�? kata Bambang di Mataram kemarin (6/9).

Dikatakan, FREKS XV harus dimanfaatkan sebagai penyebar luasan tentang ekonomi dan keuangan syari’ah. Bahkan, pihaknya telah meluncurkan Master Plan Arsitektur Keuangan Syari’ah Indonesia (AKSI) dalam acara World Islamic Ecnomic Forum ke-12 di Jakarta.

Peluncuran dokumen tersebut dinilai strategis yang bertujuan menyampaikan kepada dunia bahwa regulator independen seperti OJK,BI, LPS, dan MUI berkomitmen mengembangkan keuangan syari’ah di Indonesia.

Dia optimistis jika Indonesia masih punya banyak peluang untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syari’ah. Meski begitu, dia memaparkan jika dari 254 juta penduduk Indonesia, hanya 22 juta orang yang sudah mengakses sistem keuangan syari’ah.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr TGB HM Zainul Majdi justru mendorong sosialisasi ekonomi dan perbankan syari’ah secara masif.Bahkan dia berharap penyampaian produk-produk syari’ah menggunakan bahasa yang lebih akrab di masyarakat.

a�?Tidak selalui bahasa arab itu lebih afdol sehingga perlu istilah-istilah perbankan syari’ah itu berbahasa Indonesia atau bahasa sasak, samawa, mbojo,a�? ujar Zainul Majdi.

Tokoh yang dikenal dari kalangan santri ini juga mendorong agar sistem ekonomi dan keuangan syari’ah lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Terkait dengan itu,dia optimisitis NTB akan menjadi salah satu daerah yang menerapkan sistem ekonomi dan keuangan syari’ah.

Terpisah, Wakil Rektor I Universitas Mataram Prof.DR.Ir H Lalu Wirasapta Karyadi, MPA� mengapresiasi terlaksananya FREKS XV di Unram.

Keterlibatan akademisi serta praktisi ekonomi dan keuangan syari’ah itu dinilai sangat penting untuk dinamisasi sistem keuangan syari’ah.

Dengan begitu, kata Wirasapta Karyadi, akan tercipta kehidupan yang Islami dan harmonis yang didasari atas sistem berkeadilan dan kesejahteraan.

a�?Sistem ekonomi dan keuangan syari’ah ini diharapkan berdampak luas terutama untuk kesejahteraan rakyat,a�? ungkap dia.

Ketua Umum IAEI juga melantik pengurus komisariat IAEI Universitas Gunadarma, Universitas Mataram, Universitas Djuanda Bogor, dan Universitas Tanjung Pura, Kalimantan Barat.

Tidak hanya itu, nantinya akan diumumkan best paper award FREKS XV yang berlangsung pada sesi penutupan. (tan/r3/*)

 

Komentar

Komentar