Ketik disini

Politika

KPU Berbenah Sambut Pilkada Serentak

Bagikan

MATARAMA�– Pesta demokrasi pemilihan gubernur, bupati, dan wakil bupati akan dilaksanakan serentak tahun 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, KPUD Lotim, dan KPUD Lobar sudah mulai berbenah dan menyiapkan dengan sejumlah program agar pilkada terselenggara secara berkualitas, berintegrasi, efisien, dan efektif.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih dalam pilkada 2018, KPU melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilih pemula di tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat. KPU juga berencana akan menghadirkan a�?Bale Pemilua�? sebagai media informasi kepada masyarakat dan terbuka untuk umum. Di dalamnya terdapat berbagai sejarah pemilu, perpustakaan, ruang audio visual, hingga ruang simulasi penyelenggaraan pemilu.

a�?Ini dilakukan sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih dalam pilkada, saat ini rata-rata partisipasi sekitar 75 persen,a�? kata Ketua KPU NTB L Aksar Ansori, kemarin.

Aksar menjelaskan, hal tersebut sebagai salah satu upaya menyosialisasikan tentang pemilu. Dimana pemilu adalah siklus kegiatan yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Guna meningkatkan kesadaran politik masyarakat serta meningkatkan partisipasi aktif publik dalam mendukung pilkada.

Program lain yang dilakukan KPU bersama KPUD Lotim dan Lobar yaitu menyiapkan dan melengkapi kebutuhan perangkat dalam memberikan informasi dan akses informasi kepada publik. Serta melakukan konsolidasi data dan regulasi yang dihimpun hingga siap masuk ke dalam tahapan pilkada.

a�?Perencanaan dan penyusunan acara sedang dilakukan, hingga pemetaan dan memilah logistik pilkada yang masih bisa dipakai dan diperbaiki,a�? paparnya.

Khusus untuk logistik pilkada, lanjutnya, diperlukan kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kehati-hatian tidak saja pada saat pengadaan tetapi meliputi seluruh aspek mulai dari perencanaan, pengadaan hingga distribusi.

Ia berharap logistik dapat dikelola dengan baik, sebab jika tidak maka dipastikan akan memberi andil dalam hukum pemilu. Karena itu diharapkan tidak ada lagi pola penanganan dan distribusi logistik yang berbeda.

a�?KPU biasanya lebih mengutamakan pengiriman logistik ke daerah terpencil dan jauh dulu, dan perhitungannya harus tepat baik dari jumlah, biaya, dan waktu,a�? kata Aksar. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka