Ketik disini

Feature Headline

Bidadari yang Bukan Sekadar Pemanis

Bagikan

Mereka merupakan bagian tak terpisahkan dari ketenaran film-film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Seperti bidadari, kehadiran mereka menyegarkan suasana. Inilah kisah mereka: Warkop Angels.

***

PENGGEMAR film-film Warkop DKI tentu tidak asing dengan nama-nama berikut: Sally Marcelina, Eva Arnaz, Fortunella, dan Kiki Fatmala. Atau, Nurul Arifin, Meriam Bellina, Ira Wibowo, dan Gitty Srinita. Merekalah bidadari-bidadari yang menjadi partner Dono (alm), Kasino (alm), dan Indro di layar kaca.

Bukan sembarang artis bisa terpilih menjadi Warkop Angels. a��a��Kalau tidak benar-benar sudah punya nama, main di film-film yang dikenal orang, nggak akan dipanggil Warkop,a��a�� tutur Kiki Fatmala.

Perempuan kelahiran 26 Oktober 1969 itu tidak ingat persisnya tahun berapa dirinya kali pertama bermain dalam film Warkop. a��a��Yang pasti, ketika itu saya sudah main 10a��15 film,a��a�� ujarnya. Sebelumnya, dia banyak bermain di film bergenre horor. Kiki juga tampil dalam film-film komedi bersama Doyok, Kadir, dan Bagito.

Bermain dalam film Warkop merupakan suatu kehormatan bagi perempuan berdarah Sunda dan Pakistan itu. a��a��Siapa coba yang nggak nonton Warkop. Rasanya itu impian semua artis perempuan pada masa itu,a��a�� ungkapnya.

Para Warkop Angels identik dengan sosok yang seksi. a��a��Sejak awal diharuskan berani pakai bikini, scene di pantai atau kolam renang. Buat saya oke-oke saja,a��a�� kata Kiki. Sebelum syuting, hal itu disampaikan oleh sutradara dan produser.

Yang paling berkesan bagi Kiki adalah suasana syuting yang fun. Berbeda dengan syuting untuk film horor yang sering dia mainkan. a��a��Syutingnya malam, begadang terus, pakai baju setan. Kalau film Warkop, happy. Ketawa-ketawa terus. Dapet duit, tapi kerjanya ringan,a��a�� ujarnya, lantas tertawa. Honor Kiki melonjak setelah bermain di film Warkop.

Kiki menyambut gembira kehadiran film Warkop DKI Reborn. Dia hadir sebagai undangan pada gala premiere Jumat (2/9). Menurut dia, film itu sangat menghibur. a��a��Bedanya, tidak akan ada yang bisa menggantikan Warkop DKI. Kedua, di sini nggak ada yang pakai bikini, hahaha,a��a�� seloroh perempuan 47 tahun itu.

Kiki bangga melihat antusiasme penonton. Hal itu menunjukkan bahwa Warkop DKI tak lekang oleh zaman. Lintas generasi. Orang-orang yang dulu menikmati film-film Warkop sampai sekarang pun masih suka.

Nurul Arifin memiliki kesan tersendiri sebagai Warkop Angels. Dia tampil dalam tiga film. Yakni, Mana Bisa Tahan (1987), Malu-Malu Mau (1988), dan Sudah Pasti Tahan (1991). Menurut dia, Dono, Kasino, dan Indro adalah sosok yang menyenangkan.

Siapa yang paling lucu? Nurul dengan mantap menyebut Indro. a��a��Karena Mas Indro itu lebih spontan,a��a�� ungkap istri Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mayong Suryolaksono itu.

Sementara itu, menurut Nurul, Kasino lebih banyak iseng. Ide kreatif banyak ditulis Kasino. Termasuk penguasaan dialek berbagai suku. a��a��Kalau Mas Dono itu beda banget sama di film. Kalau di realitas kan dosen, lebih serius orangnya,a��a�� kata ibu dua anak tersebut.

Pada masanya, Warkop DKI merupakan bintang besar. Keberadaan artis-artis perempuan dipandang sebagai bumbu penyedap. Meski begitu, Nurul merasakan atmosfer positif saat berinteraksi dengan Dono, Kasino, dan Indro. a��a��Mereka orang yang gampang, nggak resek. Meski sudah jadi bintang besar, nggak sombong,a��a�� ujarnya.

Indro membenarkan bahwa Warkop Angels pada zaman dulu dituntut tampil seksi. Istilahnya, menjadi pemanis dan daya tarik. a��a��Jujur saja, itu kan produser. Produser ingin menarik penonton dengan cara seperti itu,a��a�� tutur Indro.

Selain cerita yang segar serta hadirnya Dono, Kasino, dan Indro, yang juga ditunggu-tunggu adalah sosok Warkop Angels. Menurut Indro, ukuran seksi kala itu berbeda dengan sekarang. Dulu, mengangkat bulu ketek saja sudah seksi sekali. a��a��Pakai bikini juga seksi banget. Kalau sekarang, yang berhijab saja bisa terlihat seksi. Beda sekali,a��a�� kata penggemar motor gede itu.

Berangkat dari pergeseran makna seksi tersebut, Warkop Angels dalam film Warkop DKI Reborn tidak lagi mengumbar keseksian yang sama. Warkop Angels sekarang sudah semakin maju. Perannya pun lebih ditonjolkan. a��a��Mereka itu kan cewek pendamping Warkop. Mereka berperan bersama Warkop. Mereka bukan hanya pemanis, tapi bagian dari konflik dalam cerita,a��a�� terang Indro.

Warkop Angels yang paling dikenang, rasanya, Eva Arnaz. Sayang, dia tidak berkenan diwawancarai terkait dengan film. Dia kini mendalami kegiatan spiritual. a��a��Kalau wawancara mengenai bagaimana saya mendalami agama, tidak apa-apa. Kalau soal film, udah lewat lah itu ya,a��a�� ujar Eva saat dihubungi koran ini.

Sementara itu, Ini dia Warkop Angels paling gres: Hannah Al Rasyid. Dia berperan sebagai Sophie dalam Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Perempuan 30 tahun itu mengaku sudah lama ingin bermain di film Warkop. Begitu ada wacana pembuatan film tersebut, Hannah langsung melamar.

a�?Aku langsung message sutradara, casting director, dan produser. Bilang mau dong casting buat Warkop Angels. Jadi, sebenarnya bukan aku yang ditawari, tapi aku yang meminta-minta,a�? ungkap Hannah kemarin (10/9).

Tidak mudah meyakinkan sutradara, casting director, dan produser. Keseharian yang tomboi dan galak membuat Hannah tidak begitu saja dipercaya bisa membawakan karakter Warkop Angels. a�?Itu jadi tantangan untuk aku. Demi dapat peran itu, aku terus ganggu mereka sampai mereka kapok dan akhirnya memberikan peran tersebut kepada aku,a�? ujar pemain serial TV Halfworlds itu.

Setelah akhirnya mendapatkan peran tersebut, Hannah betul-betul mengeluarkan kemampuan aktingnya. Dia memahami karakter Sophie yang sebetulnya bertolak belakang dengan kesehariannya. a�?Yang biasanya tomboi, di situ aku jadi feminin banget dan tentunya ada unsur seksi meski tidak sebanyak dulu. Kemasannya pun tidak sevulgar dulu,a�? katanya.

Jika Warkop Angels dulu menonjolkan penampilan seksi, yang sekarang memperkaya penampilan seksi dengan kecerdasan dan kekuatan. a�?Warkop Angels yang sekarang ini versi kekiniannya dari yang dulu. Secara estetika juga

Bersama Arie Kriting, Hannah kemudian sedikit demi sedikit menciptakan karakter Sophie. Selayaknya Warkop Angels, unsur seksi harus tetap ada. Selebihnya, Hannah bereksplorasi sendiri. Dia pun mulai melihat kembali film-film Warkop lama. Meriam Bellina jadi karakter Warkop Angels yang akhirnya diperdalam Hannah. a�?Mungkin karena dari dulu banyak yang bilang aku mirip Tante Mer. Jadi, aku makin perhatiin dia saja,a�? ungkapnya.

Walaupun tidak berusaha menjadi salah seorang Warkop Angels terdahulu, Hannah sengaja membuat perannya sekarang sebagai tribute to Warkop Angels lama. a�?Aku sampai meminta izin kepada sutradara agar boleh dibuat mirip dengan Meriam Bellina. Dan, jadilah seperti yang di film sekarang,a�? terang perempuan yang pernah jadi atlet pencak silat itu. (bay/glo/and/c5/ca/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka