Ketik disini

Headline Selong

Lotim Mulai Dikepung Kekeringan

Bagikan

SELONGA�– Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Lombok Timur (Lotim) kian memprihatinkan. Khususnya di wilayah Kecamatan Jerowaru. Dampak kekurangan air bersih ini pun mulai dirasakan warga. Mereka harus rela merogoh kocek ratusan ribu hanya untuk sekadar membeli air bersih.

a�?Kami beli air untuk sekadar minum dan masak itu Rp 5 ribu per derijen atau 20 liter,a�? kata Hali, salah seorang warga.

Menurutnya satu dirijen tersebut kadang tidak cukup untuk memenuhi A�kebutuhan sehari. Namun, warga berupaya mensiasatinya agar bisa pas. a�?Itu kami hanya gunakan untuk minum dan memasak. Kalau mandi disini kami jarang. Kalaupun mandi kadang pakai air payau, itu pun kalau ada air sumur,a�? akunya.

Selama beberapa bulan ini warga bisa menghabiskan Rp 100-150 ribu untuk membeli air bersih. Menurutnya, kondisi kekeringan ini sudah berlangsung cukup lama. Kondisi ini juga mengakibatkan hasil pertanian rusak. Sejumlah tanaman warga mati akibat kekurangan air. a�?Kalau tanaman pangan pasti sudah mati semua. Kita hanya Tanami tembakau, tapi hanya beberapa saja yang bisa. Makanya kami terpaksa mencari nafkah ke laut,a�? akunya.

Hali dan beberapa warga lainnya mengaku mencari nafkah di laut dengan mencari kepiting. Mereka bisa mendapatkan kepiting per hari satu sampai dua kilo. Kepiting hasil tangkapan warga nanti diambil oleh sejumlah pengepul yang datag ke tempat tinggal mereka.

Terpisah, Kasi Trantib Kantor Camat Jerowaru, Zarkasyi menjelaskan kondisi kekeringan di Kecamatan Jerowaru sudah melanda 12 desa dari 15 desa yang ada di kecamatan tersebut. Kondisi ini dikatakannya sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Dari data yang diberikan pihak Kantor Camat Jerowaru sebanyak 63.913 jiwa terdampak kekeringan. Saat ini, harapan mereka hanya menunggu bantuan air bersih dari pemerintah. Karena, jika membeli ar bersih, kondisi ekonomi dinilai tidak mampu. a�?Lahan pertanian juga kering tidak bisa ditanami apa-apa,a�? beber Zarkasyi.

Total area lahan pertanian yang kering di Kecamatan Jerowaru mencapai 1.407 ha. Ini terjadi setiap tahun. Ironisnya, kecamatan jerowaru menjadi salah satu penyumbang daerah kekeringan di Lotim. Namun, dari 15 desa yang ada, dua desa di lokasi ini malah dikatakan sebaliknya. Dua desa ini mengalami kebanjiran akibat tanggul bendungan ambruk.

a�?Ada dua desa yakni Sukadamai dan Sepapan yang tidak mengalami keurnagan air bersih atau lahan sawahnya kekeringan,a�? lanjutnya.

Sebelumnya, Kabid Penanganan Bencana BPBD Lombok Timur Takdir Ilahi menjelaskan kekeringan sudah meluas di 12 Kecamatan. Namun, dari 12 kecamatan tersebut hanya di tujuh kecamatan yang kekeringannya hampir merata. Sedangkan sisanya hanya sebagian desa saja yang mengalami kekeringan. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys