Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Pelaku Percobaan Pemerkosaan Tak Ditahan

Bagikan

BIMA-Pelaku percobaan pemerkosaan di Desa Sai Kecamatan Soromandi, Ad tidak ditahan. Kondisi ini membuat keluarga korban mempertanyakan penanganan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Habibi, kakak kandung korban menceritakan, kejadian itu menimpa adiknya Rabu (24/8). Berlokasi di Dermaga Desa Sai, korban yang berusia 20 tahun itu berada di pinggir pantai. Kemudian dijemput oleh rekan pelaku berinisial Ag menuju dermaga.

Sampai di lokasi, pelaku yang sudah menunggu langsung melakukan percobaan pemerkosaan. Bahkan melakukan kekerasan terhadap korban. Hingga mengakibatkan badan korban memar. Kalung emas seberat 10 gram yang dipakai korban ikut hilang.

“Kejadian itu diketahui setelah korban pulang ke rumah dan pergi ke rumah pelaku,” jelas Habibi pada Radar Tambora (Lombok Post Group)A� saat ditemui di Polres Bima, akhir pekan lalu.

Dikatakan, korban mengidap penyakit keterbelakangan mental. Anak kelima dari tujuh bersaudara ini masih berstatus sebagai pelajar. Kasus tersebut diakui Habibi sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Bahkan saudaranya sudah dua kali diperiksa dan dimintai keterangan.

Pihak keluarga menduga ada dua pelaku percobaan pemerkosaan. Yakni Ad dan rekannya Ag. Keluarga juga sudah menyerahkan lima orang saksi. Diantaranya Denis, Visa, Dila, Ismail dan Van. Mereka merupakan warga Desa Sai dan mengetahui kejadian itu.

“Harapan saya semoga hukum di Indonesia masih merakyat,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Bima AKP Ericson membenarkan jika Ad tidak ditahan. Lantaran penyidik masih menggali keterangan beberapa saksi.

Dia menjelaskan, kasus tersebut masih didalami. Korban dan juga beberapa saksi serta warga yang diduga pelaku sudah diperiksa. Namun pihak kepolisian masih menggali lebih dalam kasus tersebut. Karena saksi yang mengarah ke tindakan pelaku belum ada.

“Kami membutuhkan saksi yang melihat saat korban datang ke rumah terduga pelaku,” ujarnya.

Diakui Ericson, dari laporan yang diterima, diduga pelaku hanya satu orang, yakni Ad. Sementara saksi sebanyak enam orang.

“Ad belum kami tahan,” katanya.

Ia berharap keluarga korban bersabar dan mengikuti prosedur yang ada. Karena untuk menentukan tersangka dalam sebuah kasus perlu penggalian fakta yang mendalam.

“Ikuti proses yang ada, jika terbukti pasti kami tahan,” tandasnya. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka