Ketik disini

Sumbawa

Sumbawa Darurat Illegal Logging

Bagikan

SUMBAWAA�– Sumbawa darurat illegal logging. Hanya dalam waktu seminggu, tim gabungan dari Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Kodim 1607 Sumbawa, dan KPH menangkap 13 truk bermuatan kayu. 10 truk itu berasal dari Kabupaten Sumbawa dan 3 truk berasal dari Kabupaten Dompu.

a�? Rencananya kayu ini hendak dikirim ke sejumlah pengusaha kayu di Sumbawa dan Pulau Lombok,a��a�� kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB Hj Husnanidiaty Nurdin pada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), Sabtu (10/9).

Hari itu dia bertemu khusus dengan Bupati Sumbawa HM Husni Djibril. Pertemuan itu membahas maraknya kasus illegal logging di Kabupaten Sumbawa. Seperti kasus penangkapan 13 truk itu, sebagian kayu itu tidak memiliki dokumen. Sebagin kayu diduga berasal dari kawasan hutan lindung.

”Semua yang terkait barang bukti kayu yang diamankan di Makodim 1607 Sumbawa akan dicek. Mengapa kayu itu bisa keluar? Suratnya seperti apa? Asal-usulnya darimana? Palsu atau tidak? Ini yang akan diteliti lebih jauh. Kalau hutan sudah habis, dong nangis kita,” kata perempuan yang akrab disapa Ibu Eny ini.

Eny menjelaskan, selama bisa dibuktikan bahwa kayu tersebut berasal dari lahan masyarakat, tidak ada alasan bagi pihaknya untuk menahan. Namun, untuk memastikannya akan dilakukan lacak balak terlebih dahulu. Guna mengetahui lokasi penebangan apakah identik dengan kayu-kayu tersebut.

Selain itu, dia tidak segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap oknum aparatnya yang terbukti membekingi aksi illegal logging ini. Eny ingin menepis informasi yang berkembang jika yang berperan dalam lolosnya hasil hutan adalah oknum dinas kehutanan dengan mengeluarkan dokumen aspal (asli tapi palsu).

”Kami sudah berkomitmen bersama dandim, bupati dan kepolisian untuk memberantas illegal logging. Khususnya di Sumbawa ini. Termasuk menindak tegas oknum-oknum aparat yang terlibat,” pungkasnya. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka