Ketik disini

Headline Kriminal

Warga Taiwan Bikin KTP Palsu

Bagikan

MATARAMA�– Penyidikan kasus dugaan penyelundupan bibit lobster dengan tersangka Chen Chun Ming alias David Tan dan VN asal Taiwan, terus berlanjut. Kepolisian saat ini tengah mengembangkan penyidikan terkait identitas palsu yang dimiliki tersangka.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Didik Sugiarto mengatakan, selama melancarkan aksinya, tersangka menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Melalui KTP tersebut, tersangka kemudian mendirikan sebuah perusahaan bernama CV Lombok Lobster di Lombok.

Perusahaan tersebut digunakan tersangka sebagai kedok penyelundupan bibit lobster ke luar negeri. a�?Mereka itu memalsukan KTP, itu yang dijadikan dasar membuat perusahaan di Lombok,a�? kata Didik kemarin.

Kepolisian, lanjut dia, akan menelusuri tindak pidana administrasi kependudukan yang diduga dilakukan tersangka. Dari hasil penyelidikan awal, petugas telah mendapatkan bukti permulaan yang cukup. Ini berkaitan dengan tersangka yang memberikan keterangan tidak benar kepada penyelenggara pencatatan kependudukan.

a�?Tapi sementara ini, kita bantu dulu penyidik pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan (PSDKP) Lombok di pidana penyelundupan,a�? ujar dia.

Mengenai berkas perkara dugaan pemalsuan data kependudukan, kata Didik, dipastikan tetap berjalan. Bila sudah lengkap, rencananya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

a�?Kita juga akan telusuri sampai ke Lombok sini, sebab CV Lombok Lobster ini kan dibuat di Lombok,a�? tegas dia.

Sementara itu, Staf Ahli Kapolri Brigjen Pol Kamil Razak mengatakan, David Tan dan VN telah menjadi incaran aparat berwenang dari Taiwan. Ini imbas dari sejumlah pelanggaran hukum yang mereka lakukan di negara asalnya.

a�?Dari Taiwan juga mencari dia,a�? ungkap Kamil yang juga masuk dalam Satgas 115 ini.

Mengenai aksi penyelundupan lobster di Indonesia, yang dilakukan keduanya, polisi tidak saja menyelidiki identitas palsu dan upaya penyelundupan tersebut. Ada dugaan kedua tersangka juga melakukan tindak pidana pencucian uang.

Kemungkinan tersebut, lanjut dia, terlihat dari modal besar yang dimiliki keduanya. Selain itu, dari hasil penyelundupan selama ini, tentunya penjualan non ekspor bibit lobster tersebut mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

a�?Itu yang akan ditelusuri penyidik kepolisian untuk dugaan tindak pidana pencucian uangnya,a�? jelas dia.

Terpisah, Kepala PSDKP Satker Lombok Mubarak mengatakan, penyelundupan lobster yang dilakukan David Tan dimulai sejak empat tahun silam. Atau sejak CV Lombok Lobster resmi ia dirikan di 2012 lalu.

Dari pengungkapan yang dilakukan PSDKP Lombok, jumlah bibit lobster yang tersangka selundupkan sangat mencengangkan. Setiap bulannya, tersangka mengirim sedikitnya 30 ribu bibit lobster dari perairan Lombok keluar negeri.

Pengiriman dari Lombok dilakukan setiap empat hari sekali. Tersangka menunggu jumlah bibit lobsternya mencapai 4000 ekor dan dibawa ke kota besar seperti Jakarta dan Batam. Kedua kota tersebut menjadi tempat transit sebelum bibit lobster dibawa keluar negeri.

a�?Tersangka ini mengumpulkan bibit lobsternya di sebuah ruko di Majeluk (Mataram). Kalau sudah mencapai 4000 ekor, baru dikirim keluar kota,a�? ungkap dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys