Ketik disini

Praya

Alhamdullilah, Murni Dapat Bantuan

Bagikan

PRAYAA�– Murni, penderita kanker payudara ganas asal Lingkungan Kemulah, Kelurahan Panjisari Lombok Tengah (Loteng) bisa bernafas lega.

Karena, Pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dikes), akan melakukan pendampingan pengobatan ke RSUP NTB, tanpa dipungut biaya sedikit pun alias gratis.

a�?Bila perlu, kalau tidak sanggup di RSUP NTB, kita akan bawa ke rumah sakit Sanglah, Denpasar Bali,a�? kata Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi, kemarin (13/9) saat menemui Murni di kediamannya.

Kasus yang sama seperti Murni, kata Nurhandini ada 18 orang. Hanya saja, Murni yang paling parah. Sisanya, bisa ditangani di rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya.

Dengan cara, mengangkat kanker yang bersarang di payudaraA� penderita. Sedangkan untuk Murni, mau tidak mau harus dipotong keseluruhan. a�?Karena sudah ganas,a�? cetusnya.

Untuk urusan biaya operasi dan kesehatan, lanjut Nurhandini yang bersangkutan sudah diberikan BPJS kesehatan. Harapannya, seluruh pengobatan gratis.

a�?Saat bersangkutan berobat ke Puskesmas, kami bukannya menolak. Tapi, meminta untuk dirujuk ke RSUD Praya,a�? katanya.

Begitu pula di RSUD Praya, kata Nurhandini bersangkutan diberikan pelayanan maksimal. Terbukti, para tenaga medis melakukan tindakan operasi dan tidak dikenai biaya sedikit pun.

a�?Yang jelas, penyakit semacam ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses panjang,a�? katanya dihadapan para tenaga Puskesmas Praya dan Lurah Panjisari H Muhdin.

Ia pun berharap, para lurah dan kepala desa (kades) di 139 desa/kelurahan di Gumi Tatas Tuhu Trasna, untuk lebih aktif memperhatikan warganya masing-masing. Jika ada penyakit yang sama seperti Murni, agar cepat dilaporkan ke Puskesmas atau langsung ke Dikes.

a�?Dari sini kami belajar, bahwa kami perlu melakukan pendampingan kepada mereka. Mohon para petugas memperhatikan dan melaksanakannya,a�? seru Nurhandini.

Sementara itu, Lurah Panjisari H Muhdin mengaku bersyukur dan berterima kasih, karena Pemkab melalui Dikes mau bertanggungjawab membantu warganya.

Apalagi, warganya tersebut hidup sebatang kara, suaminya meninggal karena kondisi kesehatan. a�?Alhamdulillah, terima kasih,a�? ujarnya, singkat.

a�?Saya terus berdoa pada Allah SWT, semoga saya lekas sembuh. Saya kasihan, kalau anak-anak saya ini menjadi yatim piatu,a�? cetus Murni, sembari mengusap mata dengan tisu.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka