Ketik disini

Praya

Banyak Anak di Desa Mertak Putus Sekolah

Bagikan

PRAYA – A�Sebagian besar anak-anak di Desa Mertak, Pujut Lombok Tengah (Loteng) putus sekolah. Pemerintah desa mengaku tidak bisa berbuat banyak, dan mengharapkan Pemkab turun tangan.

a�?Kebanyakan warga saya, tergolong miskin. Mereka rata-rata sebagai buruh tani dan nelayan,a�? kata kepala desa (kades) Mertak H Bangun pada Lombok Post, kemarin (13/9).

Kondisi ekonomi mereka semakin parah, kata Bangun karena di wilayahnya setiap tahun, mengalami kekeringan. Kecuali, Dam Mujur di wilayah Praya Timur rampung, maka lain ceritanya.

Berbicara luas lahan pertanian, di Desa Mertak cukup berpotensi. Hanya saja, terkendala air irigasi pertanian.Perusahaan daerah air minum (PDAM) pun, tidak mampu melayani air bersih secara maksimal di Desa Mertak.

a�?Kalau anak-anak yang keluarganya mampu secara ekonomi, Alhamdulillah bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Tapi, sebaliknya,a�? katanya.Di Desa Mertak sendiri, lanjut Bangun terdapat 22 dusun. Secara geografis, Desa Mertak berbukit dan gersang.

Satu-satunya sumber ekonomi yang diharapkan warga saat ini, kata Bangun yaitu pelabuhan perikanan nusantara (PPN). Sudah puluhan tahun warganya menunggu, namun belum kunjung rampung dan beroperasi.

a�?Kita bersyukur, ada lembaga sosial yang datang membantu. Salah satunya, Gugah Nurani Indonesia (GNI). Kini mereka melakukan pembinaan di desa kami,a�? ujarnya.

Mereka, kata Bangun ikut serta mendorong anak-anak putus sekolah, menikmati yang namanya pendidikan melalui pendidikan non formal, mendorong dan mempersempit pernikahan dini atau merarik kodek, membuka peluang bisnis baru dan memberikan keterampilan warga.

a�?Kami berharap, pemerintah juga ikut membantu,a�? serunya.Badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana (BP2KB) Loteng H Omdah membenarkan kondisi semacam itu, di Desa Mertak.

Parahnya lagi, kata Omdah rata-rata hubungan keluarga di desa terujung Loteng itu rapuh, pernikahan kerap berujung perceraian. Alhasil, anak-anak menjadi terlantar. a�?Mereka pun putus sekolah,a�? katanya, terpisah.

Penyebab utamanya, tambah Omdah yaitu kondisi ekonomi yang cukup pelik. Sebagian besar warganya, terpaksa harus menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Lagi-lagi, hal itulah yang membuat anak-anak di Desa Mertak terlantar. a�?Atas dasar itulah, kami bersama GNI melaksanakan program di Desa Mertak,a�? katanya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys