wholesale nfl jerseys Bupati Fauzan Diminta Belajar dari Turki

Ketik disini

Giri Menang

Bupati Fauzan Diminta Belajar dari Turki

Bagikan

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid terus berinovasi. Dia mendatangkan ekonom Faisal Basri untuk memberikan trik-trik membangun kemandirian daerah. Bagaimana strategi yang diberikan Faisal Basri itu. Berikut ulasannya.

***

SEOLAH tidak ingin kalah dengan daerah lainnya, Kabupaten Lombok Barat terus berbenah. Tidak hanya menggenjot aparaturnya, kali ini, Bupati Fauzan Khalid punya cara baru. Ya, kemarin, dia mengundang ahli ekonomi Faisal Basri ke Kantor Bupati Lombok Barat.

Tokoh nasional ituA� didaulat menjadi pembicara tunggal dengan tema a�?Strategi Membangun Kemandirian Daerah Berbasis Produk Unggulana�?. Acara itu dihadiri seluruh kepala SKPD termasuk para asisten dan sekda Lombok Barat. Bahkan, sejumlah tokoh agama ikut memadati Aula Kantor Bupati Lombok Barat.

Dalam pemaparannya, Faisal menampilkan data-data terkini mengenai perkembangan ekonomi daerah. Sayangnya, dia tidak memiliki data terkini mengenai perkembangan ekonomi Lombok Barat. Tapi, secara umum, dia melihat ada geliat signifikan yang terjadi di NTB. Bahkan melebihi rata-rata nasional baik dari sisi PDRB, angka kemiskinan, dan lainnya.

Menurut Faisal Basri, NTB memang luar biasa. Laju pertumbuhan ekonomi NTB terus meningkat. Bahkan tembus diangka 21,24 persen dari sektor pertambangan. Pada triwulan kedua 2016, pertumbuhan NTB sudah mencapai 9,97 persen begitu sektor tambang tidak terlibat.

a�?Wilayah timur Indonesia memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Luar biasa!a�? kata Faisal.

Bagaimana dengan Kabupaten Lombok Barat, meski tidak memegang data terkini, namun ia yang sempat mengisi liburan Lebaran Idul Adha di Lombok itu menyatakan ada peningkatan lima persen hingga 6,9 persen dalam tiga tahun terakhir. Bahkan ke depan, dia memprediksi pertumbuhan ekonomi Lombok Barat akan lebih baik.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Lombok Barat masih berada di bawah rata-rata nasional,tapi menurut dia kondisi ketimpangan kemiskinan masih lebih baik dari NTB. Gini rasio atau gap kaya miskin berada pada posisi 0,35 yang lebih baik dari posisi NTB yang 0,39. Namun, lebih buruk dari rata-rata nasional 0,27.

Dari data yang dimilikinya, penyumbang terbaik pendapatan perkapita yang menjadi andalan Lombok Barat adalah sektor industri akomodasi, restaurant, dan hotel yang mencapai 22, 2 persen. Posisi itu mirip dengan Bali yang mencapai 20,23 persen.

a�?Sektor tesebut ditopang oleh rata-rata tinggal di hotel yang mencapai 2,7 hari di atas rata-rata NTB yang hanya mencapai 1, 7 hari,a�? papar dia.

Salah satu kuncinya adalah membenahi sektor-sektor riil. Baik pertanian, pertambangan, maupun sektor pariwisata. Faisal menjelaskan bagaimana saat ini lahan tidur menjadi persoalan sendiri yang harus diselesaikan. Belum lagi persoalan pertanian di mana para petani justru beralih mencari kerja lainnya dengan datang ke kota.

Faisal pun membagi tips dengan membandingkan kondisi industri pariwisata Indoensia dan Lombok Barat dengan Turki yang berhasil membangun industri wisata berbasis masyarakat. Pertama, membangun citra wisata. Termasuk membangun mitos-mitos destinasi wisata yang menarik wisatawan untuk semakin lama tinggal di Lombok Barat.

Dia menyontohkan bagaimana Gili Nangu, Gili Layar, dan Gili Gede yang pada dasarnya menyimpan mitos-mitos tersendiri. Jika dikembangkan, mitos-mitos tersebut berguna dan berdampak bagi pariwisata.

Kedua, membangun iklim usaha secara bersama dan berjejaring secara mutualistik. Salah satunya dengan koperasi yang menjadi role model dalam membangun iklim usaha. Tips berikutnya adalah memanfaatkan sempitnya lahan yang mengarah pada industri wisata.

Tips lainnya, dengan memanfaatkan masyarakat yang memiliki kultur, sosial, dan spiritual sehingga mampu menopang industri wisata dan pertanian. a�?Catatannya adalah harus ada duta NTB yang memperjuangkan nasib rakyat NTB di pusat. Daerah harus ngomel agar diperhatikan, masak kalah dengan Danau Toba yang mendapat limpahan dari pusat, sementara di NTB hanya janji a�?akana��,a�? tegas dia. (Edy Gustan */r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka