Ketik disini

Metropolis

Duluan Belajar Tari Ketimbang Jalan dan Bicara

Bagikan

Tari selamat datang merupakan persembahan wajib yang harus dipentaskan pada orang luar yang berkunjung. Di Mataram, nama Putri dan Novi merupakan dua penari yang dikenal menguasainya. Mereka kerap disewa untuk tampil menyambut tamu penting dan pejabat yang datang.

***

TEPUKA�tangan riuh puluhan warga Sumatera Utara mengiringi duo penari yang memasuki salah satu ruang rapat hotel di Mataram. Sejumlah handphone langsung dinyalakan, mode video dimainkan. Semua berebut merekamnya. Mereka yang awalnya datang untuk mengikuti rapat dengan serius, bisa meregangkan otot mata sejenak.

Senyum manis langsung tersungging dari Putri dan Novi, dua penari yang kala itu pentas. Menggunakan pakaian khas Sasak dengan sejumlah riasan yang juga sangat khas, membuat keduanya menjadi pusat perhatian.

Lenggak-lenggok pinggul Putri dan Novi yang memang sangat sering dipasangkan bersama, seolah menghipnotis para tamu yang datang. Tangan mereka yang meliuk dengan derap kaki yang begitu lincah, begitu mempesona. Tari selamat datang, adalah tari yang dipilih kala itu.

Kedua remaja putri yang masih berusia belasan tahun itu memang spesialis tari selamat datang. Sejak tari itu diciptakan Komang Restu 2007 lalu, keduanya termasuk orang-orang pertama yang diajarkan. a�?Sudah hafal di luar kepala,a�? kata Putri yang kini masih SMA.

Tak hanya dari cara menarinya saja yang dipahami. Maksud dari tiap gerakan juga dimengerti. Itu kerap ditanyakan para tamu yang dibuat penasaran. Bahkan pakaian yang dikenakan juga memiliki maknanya tersendiri, dan itu juga dimengerti.

Merias diri juga keduanya sangat mahir. Jadilah mereka penari yang begitu lengkap.

Kendati sudah sangat mahfum dengan tari tersebut, keduanya tetap rutin berlatih. Mereka yang bernaung di Sanggar Handayani terus mengasah kemampuannya. Sejumlah pihak kini rutin menghubungi mereka.

Novotel Kuta di Lombok Tengah adalah salah satu hotel berkelas yang mengontrak mereka untuk terus tampil di sana.

Berbicara masalah tari, keduanya kini menguasai belasan jenis tari. Dengan usia yang belum genap 20 tahun, bayangkan, berapa banyak tarian yang akan mereka kuasai dalam lima, 10, atau 20 tahun mendatang. Sungguh sebuah bibit unggul dalam dunia pemantasan tari di Lombok.

Semua itu bermula dari pengenalan keduanya pada ragam tradisional saat balita. Jauh sebelum Putri dan Novi lancar berbicara dan berjalan, tari seolah sudah merasuk ke jiwa keduanya.

Orang tua yang memang memfasilitasi dan memberi dukungan penuh, membuatnya dengan cepat belajar hingga akhirnya menjadi ahli. a�?Practice makes perfecta�? adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan skil yang kini dikuasai.

Tak ada istilah instan. Tak ada istilah bakat alami. Bagi keduanya, berlatih dan berlatih dengan gigih sekuat hati adalah kunci segalanya.

Kini, mereka yang masih SMA dan baru masuk kuliah sudah bisa membiayai pendidikannya sendiri. Kendati bukan materi yang menjadi tujuan awalnya, dua dara manis asli tanah Lombok itu sudah mulai merasakan manisnya pundi-pundi rupiah.

a�?Kami menari karena memang mencintai tari,a�? ujar Putri mantap. (Wahyu Prihadi/Mataram/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys