Ketik disini

Tanjung

Pemerintah Harus Upayakan Irigasi

Bagikan

TANJUNG – Komisi III DPRD Lombok Utara menyayangkan lahan hasil cetak sawah baru belum bisa dimanfaatkan. Hal ini karena tidak ditunjang irigasi yang baik. Lahan seluas 750 hektare ini hanya bisa dimanfaatkan saat musim hujan.

a�?Seharusnya pada saat mengusulkan program itu dicari dulu sumber airnya, dari mana untuk bisa mengairi sawah tersebut.

Ini kan airnya tidak ada, anggaran miliaran rupiah, tapi tidak bisa dimanfaatkan, kan mubazir,a�? ujar anggota Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara Artadi, kemarin (13/9).

Menurut Artadi, jika irigasi sawah baru ini bisa diambilkan dari sumur bor, maka berapa banyak harus dibuat. Selain itu, sumur bor dirasakan tidak efektif.

Karena melihat pengalaman di sejumlah tempat di Lombok Utara, biaya sumur bor sangat mahal. Kebanyakan sumur bor hanya mampu bertahan lima sampai enam tahun. a�?Biaya pemeliharaan gimana? Beli solarnya juga dari mana. Ini kan juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Menurut dia, seharusnya DPPKKP berkoordinasi juga dengan Dinas PU sebelum membuat program. Lebih lanjut, Artadi pun meminta kepada pemerintah untuk memikirkan masalah ini.

Apakah dengan pembangunan bendungan di daerah yang memungkinkan untuk dialirkan ke sawah baru tersebut.

a�?Harus ada solusinya dari pemerintah. Agar cetak sawah baru ini bisa dimanfaatkan tidak hanya mengandalkan musim hujan saja,a�? pungkasnya.

Terpisah, Kepala DPPKKP Lombok Utara, Hermanto yang dikonfirmasi menjelaskan, cetak sawah baru di lahan tadah hujan diperbolehkan.

Menurut Hermanto jangan berpikir cetak sawah baru yang ada di tiga kecamatan ini disamakan dengan sawah irigasi yang ada di Tanjung. a�?Usulan cetak sawah baru ini adalah usulan kelompok tani bukan dinas yang menentukan lokasinya,a�? tandasnya.

a�?Kita harus samakan persepsi. Tidak bisa disamakan sawah baru ini dengan sawah irigasi yang ada di Tanjung maupun daerah lainnya,a�? tutupnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys