wholesale nfl jerseys Warga Puyung Minta Pilkades Diundur

Ketik disini

Headline Praya

Warga Puyung Minta Pilkades Diundur

Bagikan

PRAYAA�– Ratusan warga Desa Puyung, Jonggat Lombok Tengah (Loteng) mendatangi kantor desa setempat, kemarin (13/9). Mereka menuntut pelaksanaan Pilkades di desanyaA� diundur.

Alasannya mereka menuding panitia penyelenggara dianggap tidak profesional menjalankan tahapan penjaringan calon kepala desa (kades).

a�?Terbukti, dari delapan calon kades, malah tiga orang saja yang diloloskan,a�? kata koordinator lapangan aksi unjukrasa Surya Bakti dihadapan aparatur desa Puyung dan Camat Jonggat M Syukur.

Padahal, dalam tahapan Pilkades, kata Surya sudah jelas dan rinci jadwal verifikasi syarat calon kades, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor I Tahun 2016 tentang, penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan desa.

a�?Sebelum penjaringan calon, panitia penyelenggara mencoret dua orang,a�? katanya.Tidak lama kemudian, lanjut Surya pada tahap penjaringan calon, lagi-lagi panitia penyelenggara Pilkades mencoret tiga orang calon, hingga yang tersisa tiga calon saja.

Dari hasil pengecekan dan penelaahan, kata Surya para calon itu dicoret karena terbentur syarat administrasi. Khususnya, syarat 10 persen salinan identitas kependudukan.

Namun, dalam aturannya, tekan Surya jika ada kekurangan syarat yang dimaksud, maka penitia penyelenggara wajib memperpanjang masa pendaftaran Pilkades, hingga 20 hari kedepan.

a�?Tahapan itu, yang tidak dilaksanakan mereka. Jadi, kami menuntut Pilkades di Puyung sebaiknya diundur,a�? katanya.Jika tidak, pihaknya tidak mau bertanggungjawab atas kekacauan yang akan terjadi di Desa Puyung.

Apalagi, sebagain calon yang gagal berkompetisi tersebut, berencana mengambil langkah hukum, menggugat para panitia penyelenggara Pilkades. Termasuk, menduduku kantor desa.

a�?Ada dua pilihan yang kami berikan kepada Pemkab, pemerintah kecamatan dan aparatur desa, yaitu Pilkades diundur atau semua calon diloloskan,a�? katanya.

Sebagai gambaran, tambah Surya panitia penyelenggara Pilkades juga, tidak bekerja maksimal dalam pengumpulan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

a�?Kami menilai, hasil pleno panitia penyelenggara cacat hukum. Untuk itulah, kami akan mengambil langkah hukum pula,a�? tambah salah satu warga Desa Puyung Agus Ahadi.

Kedatangan ratusan warga Desa Puyung itu pun, membuat aparatur desa dan panitia penyelenggara Pilkades kalang kabut. Mereka langsung bergegas menghubungi Camat Jonggat M Syukur, personel kepolisian dan Satpol PP.

a�?Kami tidak perlu dijaga seperti ini, kami melaksanakan aksi dengan tertib dan aman,a�? ujar mereka.

Menanggapi tuntutan warga, Camat Jonggat M Syukur mengatakan, pemerintah desa, panitia maupun pemerintah kecamatan tidak memiliki kewenangan kuat, untuk menunda Pilkades, apalagi menyangkut hal teknis.

Sehingga, persoalan yang dimaksud akan diserahkan ke Pemkab, dalam hal ini Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD).

a�?Kita akan bersama-sama mendatangi BPMD. Kita coba berkonsultasi, apakah bisa atau tidak dua tuntutan warga ini dilaksanakan. Mudah-mudahan ada solusi,a�? ujarnya.Ia pun meminta, agar warga Desa Puyung bersabar menunggu keputusan BPMD.

a�?Apa pun keputusannya nanti, itu yang terbaik. Kami minta seluruh calon kades, panitia, aparatur desa dan perwakilan warga menjadi saksi dalam keputusan itu,a�? seru Syukur.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka