Ketik disini

Metropolis

Satu Lagi Jamaah Haji NTB Meninggal

Bagikan

A�MATARAMA�– Satu lagi jamaah haji asal NTB meninggal di Tanah Suci. Jamaah atas nama Huriah Abdul Rassyid berusia 61 tahun, dan meninggal karena sakit jantung atau cardiovascular diseases.

Warga Lingkungan Karang Jangkong, Cakranegara Barat Kota Mataram itu meninggal pada 12 September di KKHI Mina sekitar pukul 04.00 waktu setempat. a�?Dia meninggal saat akan melontar, sudah dibuatkan COD dan sudah ada izin pemakaman oleh KKHI Sektor Mina,a�? terang Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama NTB H Maad Umar pada Lombok Post, kemarin (14/9).

Huriah tergabung dalam kloter 02 dan ia termasuk jamaah berisiko tinggi karena penyakit jantung yang dimilikinya. Dengan demikian, ada dua jamaah haji asal NTB yang telah meninggal.

Sebelumnya, pada 1 September lalu, Imo Ahmar Umar, 69 tahun asal Ntonggu, Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima meninggal karena gangguan penafasan atau respiratory diseases. Hingga saat ini, tidak ada tambahan lagi jamaanh yang meninggal. a�?Hanya dari kloter 06 dan kloter 02 saja,a�? kata Maad Umar.

Sementara itu, Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kemenag NTB Hj Sri Latifa menambahkan, jumlah jamaah haji yang meninggal se-Indonesia hingga tadi malam sebanyak 120 orang, dan yang dirawat di rumah sakit ada 50 orang, tapi untuk jamaah asal NTB tidak ada yang dirawat di rumah sakit. a�?Mudahan tidak ada penambahan yang meninggal,a�? katanya sembari memastikan, jamaah yang meninggal telah dimakamkan di Arab Saudi.

Untuk komunikasi dengan pihak keluarga menurutnya, mereka justru lebih cepat mendapat informasi sebab mereka diberikan informasi langsung dari keluarga yang ikut dalam rombongan. Sementara yang berkomunikasi langsung dengan keluarga adalah Kemenang di tingkat kabupaten/kota.

Sementara pihak PHU baru berani memberikan update informasi bila sudah masuk di sistem haji. Selama belum masuk di data base, belum berani diungkap untuk menghindari rumor. a�?Teman-teman kemenag di kabupaten/kota yang langsung berkomunikasisangat jarang yang langsung ke Kanwil,a�? jelasnya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka