Ketik disini

Headline Metropolis

13 SKPD Ngos-Ngosan!

Bagikan

MATARAM a�� Hingga pertengahan semester ke dua tahun anggaran 2016 ini, tercatat 13 SKPD di Kota Mataram belum mampu merealisasikan program fisik dan keuangannya. Jumlah ini dinilai cukup banyak, mengingat tahun anggaran 2016, hanya menyisakan tiga setengah bulan lagi.

a�?Makanya saya terus berupaya turun ke lapangan, menjemput berbagai program-program yang sudah memenuhi syarat dilelang,a�? tutur Plt Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan (APP), Mohammad Suryadi.

Upaya tim dari APP bisa dibilang cukup maksimal. Hanya saja, rupanya itu tidak cukup menggenjot realiasi fisik dan anggaran. Beberapa SKPD bahkan realisasinya sangat rendah seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Bagian Kesra. Dua SKPD ini bahkan belum mampu melampaui 30 persen untuk realisasi fisik dan keuangan mereka.

SementaraA� Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup dan Bagian Organisasi, baru mencatat realiasi fisik dan anggaran di kisaran 40 persen ke bawah. Kecuali realisasi fisik, Bagian Organisasi.

a�?Semoga tidak menumpuk di akhir tahun,a�? harap Suryadi.

Memang sebelumnya, wali kota mengharapkan agar SKPD lingkup Pemkot Mataram bisa menuntaskan realisasi fisik dan anggarannya secara bertahap. Tidak seperti yang sudah-sudah, terkesan kejar tayang di akhir tahun. Namun, melihat data yang ada, Suryadi mengatakan jika ini masih bersifat sementara.

a�?Iya sangat berpengaruh (penundaan transfer dana Pusat DAU),a�? ulasnya.

Jika tidak ada persoalan gonjang-ganjing pemotongan dan penundaan dana transfer pusat ke daerah, tentu persoalan kata Suryadi tidak akan sepelik saat ini. Namun, ketidakjelasan anggaran, hingga ancaman penundaan program kegiatan masing-masing SKPD, membuat banyak dinas jadi was-was.

a�?Ada yang sudah mau realisasi, eh dananya diambil. Seperti yang dialami Dinas Pertanian, yang lain pun begitu,a�? ungkap Suryadi.

Bahkan beberapa dinas, masih terlibat a�?perdebatan sengita�� tentang urgensi program dengan Tim Rasionaliasi Anggaran. Dinas berupaya mempertahankan program yang dinilai mendesak diselesaikan tahun ini. Hal inilah yang membuat grafik serapan anggaran dikatakan Suryadi, masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

a�?Jadi serapan anggaran, masih bisa berubah,a�? ulasnya.

Untuk diketahui, tahun anggaran 2016 ini, APBD Perubahan tahun 2016 menetapkan anggaran belanja langsung dan tak langsung sebesar Rp 1,344 miliar. Anggaran ini, setelah ada penyesuian pemotongan DAK 10 persen dan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak Rp 40 miliar. Sementara, penundaan dana transfer pusat DAU, sebesar Rp 88 miliar, belum disesuaikan dalam APBD Perubahan 2016 karena terlanjur diketok Dewan.

a�?Total realisasi keuangan saat ini mencapai Rp 700,85 miliar lebih,a�? terang dia.

Ini sekitar 52,13 persen dari anggaran keuangan yang ada. Sementara realisasi fisik secara umum baru tercapai 54,00 persen.

Kepala Bappeda Kota Mataram Lalu Martawang memaklumi jika para pimpinan SKPD berusaha mempertahankan program kerja masing-masing. Sebab, ini memang sudah yang kesekian kali mereka diminta merasionaliasi anggaran yang dimiliki, untuk menyesuaikan dengan penundaan DAU sebesar Rp 88 miliar.

a�?Saya sampai dipanggil tukang jagal, karena terus meminta teman-teman SKPD kencangkan ikat pinggang,a�? kelakarnya.

Namun ia berharap, ini tidak mengurangi motivasi masing-masing SKPD merealiasikan program-program yang ada. Sebab sesuai dengan perintah kepala daerah yang tidak bisa diganggu-gugat hanya program yang besinggungan langsung dengan pelayanan dasar.

a�?Oprasional kebersihan, PU, pendidikan dan kesehatan, itu terap harus dijaga,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka