Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Jenateke Jalani Ritual Ndeu Karaso

Bagikan

BIMA – Muhammad Putera Ferryandi menjalani beberapa rangkaian tradisi sebelum dinobatkan menjadi Jenateke (Putera Mahkota) Kesultanan Bima. Kemarin dia menjalani ritual Ndeu Karaso (dimandikan) di Temba (Sumur) Ncuhi Dara.

”Ndeu Karaso ini satu dari beberapa rangkaian kegiatan sebelum Jenateke dilantik,” ungkap Bumi Nggampo (Pejabat Kemasyarakatan) Abdul Karim, kemarin.(16/9)

Dijelaskan, calon Jenateke dimandikan oleh lima Ncuhi. Yaitu, Ncuhi Dara, Parewa, Banggapupa, Dorowuni dan Bolo.

Ndeu Karaso di Temba Ncuhi Dara, kata dia, merupakan ritual wajib sebelum Jenateka atau raja dilantik. Ritual itu telah berlangsung dari dulu.

”Sebelum raja dilantik mereka harus menjalani ritual Ndeu Karaso,” jelasnya.

Kenapa di Temba Ncuhi Dara?. Menurut Abdul Karim, karena sumur tersebut pertama digunakan sebagai tempat mandi raja pertama Bima, Indra Jamrud.

”Usai ritual Ndeu Karaso, calon raja muda akan ziarah ke makam para Raja Bima di Danatraha,” sebutnya.

Di makam para Raja Bima itu, calon Jenateke akan menjalani ritual doa pada Sang Khalik.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sebelum menjalani ritual Ndeu Karaso, calon Raja Muda melaksanakan ritual doa di rumah Ncuhi Dara. Setelah itu, putera dari almarhum H Ferry Zulkarnain dan Hj Indah Dhamayanti Putri diarahkan untuk duduk di batu yang tidak jauh dari sumur.

Dalam acara itu hadir Ruma Bumi Pertiga Hj Siti Maryam, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti PutriA� dan sejumlah tamu undangan lain. (dam/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka