Ketik disini

Metropolis

Bisa Ngak Sampah di Babakan Tuntas?

Bagikan

MATARAM – Warga Babakan, Kecamatan Cakranegara meminta Dinas Kebersihan Kota Mataram, memperbaiki kinerjanya. Kekesalan warga, buntut dari sampah yang menumpuk di pintu gerbang utara dan perbatasan wilayah kelurahan Babakan dengan Getap.

“Warga datang ke rumah saya, kecewa dengan kerja Dinas Kebersihan,” kata anggota DPRD Kota Mataram Herman.

Politisi Gerinda yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram itu menuturkan, warga Babakan sudah tidak tahan melihat tumpukan sampah yang tidak terangkut. Selalu saja ada sisa sampah dengan jumlah banyak. Bahkan, dua tempat itu nyaris menyerupai depo sampah.

“Warga kesal, karena kenapa Babakan jadi sangat kotor begini,” ulasnya.

Belum lagi, oknum masyarakat luar wilayah Babakan, ternyata ikut membuang sampah di tempat itu. Alhasil, karena titik sampah berada dekat dengan gerbang masuk, kesan Babakan jadi kumuh dan kotor.

“Jangan tanya upaya masyarakat di sini untuk atasi sampah. Setiap hari mereka beli karung, seharga Rp 1000 agar sampah tidak tercecer dan terbuang di lingkungan,” ketus Herman, menyuarakan suara masyarakat yang mengeluh padanya.

Itu belum ditambah dengan biaya kebersihan Rp 5 ribu setiap minggu untuk bayar motor sampah yang disediakan pihak kelurahan. Artinya, setiap bulan warga bisa mengeluarkan biaya Rp 50 ribu hanya untuk mengurusi sampah. Tapi, hasilnya nyaris nihil. Tumpukan sampah, malah dibiarkan menggunung dan membusuk di dua tempat tadi.

“Kami berharap, kalau tidak mampu Kepala Dinas Kebersihan di ganti saja, begini saja tidak bisa diatasi,” ujarnya dengan nada tinggi.

Lurah Babakan Abdul Rauf mengaku sudah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan. Namun, belum mengatasi persoalan sampah di Babakan. Alasannya, ada beberapa armada angkut sampah rusak.

“Katanya enam dam truknya rusak, karena itu hanya satu dam truk saja yang bisa dioperasikan angkut sampah,” kata Rauf.

Namun, karena volume sampah di dua titik itu sangat banyak, satu dam truk nyaris tak berdampak. Bahkan sampah, masih mulai terlihat meluber naik ke atas badan jalan. Dia juga mengaku berulang kali memergoki warga dari luar seperti Gerung Butun, Abian Tubuh Timur, Cakranegara Timur membuang sampah di tempat tersebut. Bahkan ada limbah dari gudang rokok.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kebersihan H Muzhar tak menampik jika volume sampah di gerbang utara Babakan terlalu banyak. Ia pun mengaku sudah menerima surat dari warga yang isinya meminta TPS di tempat itu dibongkar agar tidak lagi memicu warga luar ikut-ikutan buang sampah di tempat itu.

“Kalau saya setuju-setuju saja. bagus itu, karena memang saya akui itu memicu warga luar buang sampah di sana,” kata Muzhar.

Pola angkut-buang juga sudah dimaksimalkan dengan dua kali angkut. Pagi dan siang hari. Namun, tetap saja sampah tidak bisa terangkut semua. Tinggal sekarang, lanjut Muzhar, sikap dari lurah sendiri yang sampai saat ini belum memutuskan, kapan TPS itu dibongkar.

“Makanya saya tunggu-tunggu sampai saat ini pak lurahnya belum kasih kabar kapan itu siap di bongkar. Sebab, itu kan masuk dalam aset pemerintah daerah,” terang dia.

Dia juga mendengar laporan jika gudang rokok buang sampah ke tempat itu juga. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka