Ketik disini

Selong

Merarik Kodeq Didenda Rp 25 Juta

Bagikan

SELONGA�– Tingginya angka pernikahan usia dini (merarik kodeq) di Lombok Timur (Lotim) mengundang reaksi sejumlah pihak. Salah satunyaA� dari Camat Masbagik, Mohammad Farhi. Ia mendorong agar Pemkab Lotim A�membuat peraturan yang bisa memberikan sanksi kepada pasangan yang menikah di bawah umur.

a�?Saat ini baik di peraturan daerah ataupun Undang-undang kan hanya sebatas larangan. Sanksinya di KUA pun cuma tidak bisa dibuatkan surat nikah. Ini yang membuat anak-anak ini tidak takut nikah di usia dini atau usia sekolah,a�? kata dia.

Menurutnya akibat situasi ini, banyak pasangan yang akhirnya memilih tetap melangsungkan pernikahan meskipun tanpa surat nikah. Karena, secara agama pernikahan mereka tetap sah. a�?Anak-anak yang menikah di usia dini itu nggak mikir kalau mereka perlu surat nikah. Yang lain dipikirin belakangan sama anak-anak ini,a�? sesalnya.

Ironisnya, pernikahan di usia dini tidak dilihat orang tua ataupun keluarga sebagai masalah yang serius. Mereka malah membiarkan bahkan mendorong terjadinya pernikahan usia dini ini. a�?Makanya kalau saya harus ada sanksi tegas bagi pasangan yang menikah di usia dini. Agar anak-anak kita ini bisa berpikir dua kali sebelum melangsungkan pernikahan. Misalnya dengan memberikan denda yang harus dibayar kepada pemerintah sekitar Rp 25 juta,a�? sarannya.

Ini diakui Farhi memang akan memberatkan pasangan tersebut maupun keluarga. Namun ia justru menjelaskan bahwa itulah tujuannya. a�?Ya memang untuk memberatkan mereka. Agar tidak jadi atau jangan sampai menikah dini,a�? tegasnya.

Ia menjelaskan berbagai dampak buruk muncul dari perkawinan usia dini . Mulai dari banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, hingga perceraian di usia muda.

a�?Anak-anak yang menikah di bawah umur, kematangan mental maupun finansial mereka masih belum cukup. Sehingga, muncul kasus kekerasan dalam rumah tangga juga perceraian dini. Yang jadi korban akibatnya adalah perempuan dan anak mereka yang terlantar,a�? jelas Trisna, lembaga pemberdayaan perempuan, Bakti Mampu

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dsibudpar) Lotim, Ahmad Masfu juga menanggapi maraknya kasus pernikahan di bawah umur. Menurutnya hal ini terjadi karena budaya merarik kodeq yang dikenal di Lombok sudah mulai bergeser.

a�?Merariq yang kita laksanakan sekarang tidak seperti aslinya. Kalau dulu itu sudah ada kesepakatan kedua belah pihak sebelum meminta untuk merariq. Sekarang ini banyak yang sudah berubah akibat pengaruh globalisasi,a�? kata dia.

Untuk itu, ia menjelasakan dalam waktu dekat Disbudpar akan melakukan kajian A�untuk membedah bagaimana budaya merariq itu yag sebenarnya. Dengan harapan bisa mengembalikan budaya merariq sebagaimana mestinya dan tidak disalahartikan. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka