Ketik disini

Praya

Beli Lahan 1 Hektare, Sertifikat 2 Hektare

Bagikan

PRAYA – Warga Desa Tumpak, Pujut Lombok Tengah (Loteng) berharap, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Praya, melakukan pengukuran ulang terhadap lahan yang dijual ke sejumlah investor. Karena, lahan yang semula dijual 1 hektare (ha) namun dalam sertifikat membengkak menjadi 2 ha.

a�?Begitulah kondisi lahan investasi di desa kami. Saya yakin, di desa lain mengalami hal yang sama,a�? kepala dusun (kadus) Mawun Desa Tumpak Samiun pada Lombok Post, kemarin (19/9).

Kondisi seperti itu, kata Samiun membuat warga bertindak melakukan perlawanan kepada investor yang dimaksud. a�?Beberapa kali investor datang melihat lahan investasinya. Beberapa kali pula kami menghadang dan melawan,a�? tegasnya.

Menurut Samiun, langkah itu wajar karena warga merasa dibohongi. Mereka melepas lahannya masing-masing, tidak sesuai dengan surat perjanjian jual beli. a�?Karena yang kita jual dulu 1 ha, malah disertifikat kok menjadi 2 ha. Jadi, tolong lahan kami diukur ulang,a�? ujarnya.

Jika tidak, kata Samiun lahan yang dianggap terlantar tersebut, tetap akan terlantar sepanjang waktu. Karena, disatu sisi investor tidak berani membangun.

a�?Posisi kami juga serba salah, mau bangun salah, tidak membangun, tapi itu lahan kami. Kuncinya, ada di BPN. Mohon bantuannya,a�? seru Samiun.

Sementara itu, sekretaris Forum Kepala Desa (FKD) Loteng Supardi Yusuf membenarkan persoalan yang menimpa warga di Desa Tumpak dan sekitarnya tersebut. Kasus yang sama terjadi di wilayah pesisir Praya Barat dan Praya Barat Daya.

a�?Ini yang akan kita dobrak pihak berwenang. Khususnya, investor nakal,a�? katanya, singkat.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka